PERTUMBUHAN DAN LAJU MORTALITAS LOBSTER BATU HIJAU (Panulirus homarus) DI PERAIRAN CILACAP JAWA TENGAH

Nurul Mukhlish Bakhtiar, Suradi Wijaya Saputra, Anhar Solichin

Abstract


Lobster merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tingginya intensitas penangkapan yang tidak terkendali menyebabkan ukuran rata - rata lobster yang tertangkap semakin kecil dan nilai ekonomisnya semakin rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk memberikan beberapa informasi mengenai aspek biologi lobster. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui pertumbuhan, laju mortalitas, dan pola rekrutmen lobster. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai Bulan Januari di Perairan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data simple random sampling. Lobster yang didaratkan di TPI Menganti dan Sentolokawat diambil seluruh hasil tangkapan kemudian dilakukan identifikasi, pengukuran panjang, dan penimbangan berat. Data diambil setiap satu bulan sekali selama lima bulan. Data dianalisis ukuran pertama kali tertangkap, faktor kondisi, nisbah kelamin, hubungan panjang-berat, pendugaan parameter pertumbuhan, laju mortalitas, dan pola rekrutmen. Didapatkan hasil ukuran pertama kali tertangkap (L50%=43,5mm) kurang dari setengah panjang asimtotik (½L=55,5mm). Hubungan panjang-berat lobster jantan yaitu W = 0,00293 L2,71 dan lobster betina W = 0,00196 L2,83. Faktor kondisi pada lobster jantan (1,02) dan betina (1,01) mempunyai tingkat kemontokan yang sama. Nisbah kelamin yang didapatkan antara lobster jantan dibanding lobster betina yaitu 1,774 : 1. Hasil uji chi square antara jantan dan betina didapatkan berbeda nyata sehingga dapat dinyatakan tidak seimbang. Persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy lobster jantan Lt =110(1-e-0,31(t+0,37)) dan lobster betina Lt=94,5(1-e-0,26(t+0,47)), sehingga dapat dinyatakan pertumbuhan lobster jantan lebih cepat daripada lobster betina. Mortalitas total (Z) didapatkan sebesar 1,6 per tahun, mortalitas alaminya (M) sebesar 0,69 per tahun, mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,91 per tahun. Tingkat eksploitasi (E) didapatkan sebesar 0,57 per tahun sehingga dapat dikategorikan termasuk dalam keadaan penangkapan berlebih. Pola penambahan baru lobster di Perairan Cilacap ini memiliki dua puncak yaitu pada bulan Juni dan Oktober. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penangkapan lobster P. homarus sudah dalam keadaan growth overfishing yang dikhawatirkan akan mengarah kepada recruitment overfishing.


Keywords


Panulirus homarus; hubungan panjang-berat; pertumbuhan; laju mortalitas; pola rekrutmen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MANAGEMENT OF AQUATIC RESOURCES JOURNAL by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/maquares

 

 

View My Stats