Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Menggunakan Alat Tangkap Bubu Lipat yang Didaratkan di TPI Tanjung Sari Kabupaten Rembang

*Anthonius Hot Arios  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suradi Wijaya Saputra  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anhar Solichin  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Aug 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 828 813
Abstract

Bubu merupakan jenis alat tangkap ikan yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan. Secara umum bubu dapat digolongkan sebagai alat penangkap yang berbentuk seperti kurungan atau berupa ruangan tertutup dimana ikan-ikan tidak dapat keluar lagi. Materi yang digunakan dalam penelitan adalah alat tangkap bubu lipat dan rajungan  hasil tangkapan diukur berat untuk analisis struktur ukuran berat,produksi harian untuk menganalisis CPUE harian. Materi tersebut di dapat dari hasil melaut selama 1 bulan di Perairan Jawa Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah, jenis, dan kelimpahan rajungan  yang tertangkap dengan alat tangkap bubu lipat di TPI Tanjung Sari,Rembang, mengetahui Catch Per Unit Effort  (CPUE)  rajungan  dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat di TPI Tanjung Sari, mengetahui strukur ukuran berat rajungan  dengan menggunakan bubu lipat, mengetahui status atau tingkat pemanfaatan optimal produksi rajungan  harian per satuan upaya penangkapan (CPUE). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa spesies rajungan yang didapat selama penelitian adalah Portunus sp. produksi alat tangkap bubu rajungan  sebesar  591,76 kg, struktur ukuran berat dan frekuensi rajungan  yang tertangkap dengan bubu didominasi oleh kelas kelas 161.1-187.9 gr yaitu frekuensi sebanyak 736 ekor dan terendah oleh kelas  300-326.8 gr dengan jumlah frekuensi sebanyak 27 ekor rajungan ,dan CPUE yang tertinggi pada hari ke-26 yaitu sebanyak 5,75 kg/trip dengan total dan CPUE terendah terjadi pada hari ke-7 yaitu sebesar 4,22 kg/trip dengan CPUE rata-rata 4,55 kg/tri dengan rata-rata total produksi 19,73kg/hari dan rata-rata CPUE 3,95kg/trip/hari. Dalam penyusunan konsep pengelolaan perlu diadakan pendataan produksi dan trip hasil tangkapan bubu sehingga perkembangan eksploitasinya dapat terus di pantau pada setiap tahunnya.

Keywords: Bubu; Rajungan; Analisis CPUE; Struktur ukuran berat; Perairan Rembang

Article Metrics: