Analisis Kelimpahan Makrozoobentos dan Bahan Organik Sedimen Sebagai Bioindikator Pencemaran Sungai Kreo dan Sungai Banjir Kanal Barat
DOI: https://doi.org/10.14710/marj.v12i1.32272
Abstract
Makrozoobentos merupakan organisme yang hidup di perairan dengan mobilitas rendah serta memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan kualitas perairan. Bahan organik merupakan sumber makanan bagi makrozoobentos.Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan makrozoobentos, kandungan bahan organik sedimen, tekstur sedimen, hubungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobentos serta tingkat pencemaran perairan Sungai Kreo dan Banjir Kanal Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan metode purposive sampling. Jenis makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 1 jenis Crustacea, 8 Jenis Gastropoda dan 2 jenis Bivalvia. Sungai Kreo memiliki kelimpahan makrozoobentos berkisar 64.88877.925ind/m3, indeks keanekaragaman berkisar 1,071,73, indeks keseragaman berkisar 0,770,96 dan indeks dominansi berkisar 0,210,35, kandungan bahan organik berkisar 30,6243,50% dan tekstur sedimen didominasi pasir. Sungai Banjir Kanal Barat memiliki kelimpahan makrozoobentos berkisar 10.66647.407 ind/m3, indeks keanekaragaman 0,641,68, indeks keseragaman 0,750,92, indeks dominansi 0,240,56, kandungan bahan organik berkisar 43,16-54,03% dan tekstur sedimen didominasi fraksi lumpur/liat. Hubungan kandungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobentos Sungai Kreo memiliki nilai r=0,96termasuk ketegori sangat kuat dan Sungai Banjir Kanal barat memiliki nilai r=0,22termasuk kategori rendah. Tingkat pencemaran Sungai Kreo dalam kategori tercemar sedang dan Banjir Kanal Barat dalam kategori tercemar sedang hingga berat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ariawan, F., Haeruddin., dan A. Rahman. 2020. Hubungan Zat Hara (HNO3 dan PO4-) Sedimen Terhadap Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang. Management of Aquatic Resources Journal. 8(4): 300-308.
Astrini, A. D. R., M. Yusuf dan A. Santoso. 2014. Kondisi Perairan Terhadap Struktur Komunitas Makrozoobentos di Muara Sungai Karanganyar dan Tapak, Kecematan Tugu, Semarang. Journal of Marine Research. 3(1): 27-36.
FAO. 2002. The Living Marine Resouces of The Western Central Atlantic Volume 1. Departemen of Biological Sciences. Old Dominion University, Nolflok, Virginia, USA. (diedit oleh Kent E. Carpenter).
Fisesa, E. D. I. Setyobudiandi dan M. Krisnanti. 2014. Kondisi Perairan dan Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Belumai kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara. Depik. 3(1): 1-9.
Gurning, M., S. Nedi dan A. Tanjung. 2019. Sedimen Organic Matters and Makrozoobentos Abundance in Waters of Pernama Dumai. Asian Journal of Aquatic Sciences. 2(3): 214-223.
Isnaningsih, N. R. dan D. A. Listiawan. 2010. Keong dan Kerang dari Sungai-Sungai di Kawasan Karst Gunung Kidul. Zoo Indonesia. 20(1): 1-10.
Kinasih, A. R. N., P. W. Purnomo dan Ruswahyuni. 2015. Analisis Hubungan Tekstur Sedimen Dengan Bahan Organik, Logam Berat (Pb dan Cd) Dan Makrozoobentos Di Sungai Betahwalang, Demak. Management of Aquatic Resources Journal. 4(3): 99-107.
Mardatila, S., Izmiarti dan J. Nurdin. 2016. Keoadatan Keanekaragaman dan Pola Distribusi Gastropoda di Danau Diatas, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Biocelebes. 10(2): 25-31.
Marpaung, S. M., F. Muhammad dan J. W. Hidayat. 2014. Keanekaragaman dan Kemelimpahan Larva Insekta Akuatik sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Garang, Semarang. Jurnal Biologi. 3(4): 1-8.
Minggawati, I. 2013. Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Rawa Banjiran Sungai Rungan, Kota Palangkaraya. Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 2(2): 64-67.
Moelyo, M., J. Tisa dan B. Priandie. 2012. Pengaruh Kualitas Sedimen Dasar Terhadap Karakteristik Lingkungan Keairan, Studi Kasus: Saluran Tarum Barat. Jurnal Irigasi. 7(1): 59-73.
Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar ekologi Edisi Ketiga. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Rachman, H., A. Priyono dan Y. Mardianto. 2016. Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai di Sub DAS Ciliwung Hulu. Media Konservasi. 21(3): 261-269.
Ridwan, M., R. Fathoni., I. Fatihah dan D. A. Pangestu. 2016. Struktur Komunitas Makrozoobentos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi. 9(1): 57-65.
Rosdatina, Y., T. Apriadi dan W. R. Melani. 2019. Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. 3(2): 309-317.
Sari, I. P., I. Hadi dan Y. Zamroni. 2019. Keanekaragaman Jenis Ikan di Sungai Belimbing Kabupaten Lombok Timur. Bio Wallacea Jurnal Ilmu Biologi. 5(2): 92-97.
Sari, T. A., W. Atmodjo dan R. Zuraida. 2014. Studi Bahan Organik Total (BOT) Sedimen Dasar Laut di Perairan Nabire, Teluk Cendrawasih, Papua. Jurnal Oseanografi. 3(1): 81-86.
Sedana, I. G. M. A., N. M. Darmadi dan I. W. Arya. 2018. Analisis Tingkat Pencemaran Air Sungai Yeh Sungi di Kabupaten Tabanan dengan Menggunakan Indikator Biologis NVC Ikan dan Keragaman Jenis Makrozoobenthos. Gema Agro. 23(1): 79-91.
Supriyono dan Yanmesli. 2016. Analisis Spasial Perubahan Bentuk Fisik Sungai Melalui Integrasi Citra Landsat Dan Gis di Sub Das Hilir Sungai Bengkulu. Jurnal Georafflesia. 1(1): 11-22.
Sugiyono dan W. Eri. 2004. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Ulfah, Y., Widianingsih dan M. Zainuri. 2012. Struktur Komunitas Makrozoobentos si Perairan Wilayah Morosari Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak. Journal of Marine Research. 1(2): 188-196.
Wiedarti, S., D. Hardiyanti. dan R. I. Darda. 2014. Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Ciliwung. Ekologia. 14(1): 13-20.
Copyright (c) 2025 Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.