HUBUNGAN NISBAH C/N DENGAN TOTAL BAKTERI SEDIMEN PADA TAMBAK BANDENG (Chanos chanos Forsk) SEMI INTENSIF DI DESA WONOREJO KENDAL

Aprilia Dwi W, Djoko Suprapto, Agung Suryanto

Abstract


ABSTRAK

Aktivitas pertambakan mengalami penurunan kualitas air tambak akibat dari masukan bahan organik terutama sisa pakan yang terbuang baik secara langsung maupun tidak langsung. Penumpukan bahan organik di dasar tambak secara terus menerus dapat mempengaruhi produktifitas tambak sehingga perlu diketahui proses dekomposisinya antar lokasi dan antar periode waktu. Keberlangsungan proses dekomposisi ditandai dengan nisbah C/N, dimana nisbah C/N yang tinggi menunjukkan kecilnya kandungan N (N-organik dan N-Amoniak) dan sebaliknya nisbah C/N yang rendah menunjukkan proses dekomposisi bakteri berjalan cepat menghasilkan N besar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nisbah C/N dengan total bakteri sedimen terkait antar lokasi dan antar waktu. Adapun manfaat yang diperoleh memberikan gambaran tentang tingkat dekomposisi berdasarkan nisbah C/N dengan total bakteri, sehingga dapat diketahui cara budidaya perairan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember 2015 di desa Wonorejo, Kendal. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan di 3 stasiun yaitu pada inlet, plataran, dan outlet yang dilakukan 3 kali pada rentang waktu 10 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan bahwa nisbah C/N pada inlet 2.55-3.68%, pada plataran 3.62-3.79%, pada outlet 3-3.8% yang artinya terjadi mineralisasi N dan beberapa mikroba mati. Sedangkan total bakteri sedimen pada inlet 1.59×104-2.27×104 cfu, pada plataran 0.58×104-1.36×104 cfu, dan pada outlet 0.9×104-1.26×104 cfu. Uji korelasi antara nisbah C/N dan total bakteri sedimen menunjukan yang kurang signifikan. Pertumbuhan bakteri lebih dipengaruhi oleh C-organik.

 

Kata Kunci : Nisbah C/N, Total Bakteri Sedimen, Tambak

 

ABSTRACT

Culture activity can  decreased water quality because of the organic matter input, especially because the rest of feet left in pond. Accumulation of organic materi on the pond bottom continuously can affect the productivity of the pond so keep in mind the process of decomposition between sites and between periods of time. The continuity of decomposing process is marked by the C/N ration, where the high of C/N indicates the small amount of Nitrogen (N-Organic and N-Ammonia). On the contrary, the low ratio of C/N shows the bacteria decomposing process runs fast and produce a large amount of N. The purpose of this research was to understand the relationship between the C/N ratio and  total sedimental bacterias linked between location and over time. The benefits is to give description of the decomposing level based on the C/N ratio and total sedimental bacterias, so that understand the method of water cultivation that is biodegradable and sustainable. The research have done on September-December 2015 at Wonorejo, Kendal. This research use purposive method of sampling random. Sampling and measurement the sediment and water quality parameters is done in 3 stations; they are inlet, plataran, and outlet, which is done three times in range 10 days. The Results of the study show that the C/N ratio at the inlet from 2.55 to 3.68, from 3.62 to 3.79 plataran, on outlets from 3 to 3.8, which means there mineralized N and some microba die. While total bacteria at inlet 1.59 × 104 to 2.27 × 104 cfu, on plataran 0.58 × 104 to 1.36 × 104 cfu, and on outlets from 0.9 × 104 to 1.26 × 104 cfu. Correlation between C/N ratio and total bacteria sediment showed less significant. Bacterial growth is more affected by C-organic.

Keywords: C/N ratio, Total Bacteria Sediment, Fishpond


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MANAGEMENT OF AQUATIC RESOURCES JOURNAL by https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/index

 

 

View My Stats