PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING DILENGKAPI COOLING PAD SERABUT KELAPA

*Moh. Dzikri Amri  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Yunianto  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Apr 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Evaporative cooling merupakan sistem pengkondisian udara yang menggunakan air untuk mendinginkan dan menambah kadar air atau kelembaban pada aliran udara, sehingga temperatur bola kering menjadi lebih dingin sebelum mengalami proses penguapan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh debit aliran air pada sprayer  pada direct evaporative cooler dengan menggunakan metode eksperimen. Cooling pad serabut kelapa digunakan sebagai filter dan pendinginan awal.  Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menurunkan temperatur hingga 25,4 oC dan menaikkan kelembaban relatif hingga 88%. Selain itu debit aliran pada sprayer mempunyai pengaruh terhadap efektifitas direct evaporative cooler. Pada penelitian ini debit aliran yang menghasilkan efektifitas paling baik yaitu berturut-turut 1,45, 1,2 dan 0,8 liter/menit.
Keywords: direct evaporative cooling, kelembapan relatif, cooling pad, DBT, WBT

Article Metrics: