PENGARUH HOLDING TIME PADA PROSES AGE HARDENING TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT AL-CU YANG DIPERKUAT SERBUK FLY ASH

*M. Faizin Alamsyah  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sulardjaka Sulardjaka  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jan 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Komposit adalah material yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih bahan penyusun yang berbeda dalam hal bentuk dan komposisinya. Komposit matriks logam memiliki sifat yang tahan terhadap korosi dibandingkan dengan logam tanpa penguat. Aluminium merupakan salah satu material yang digunakan sebagai matrik pada pembuatan komposit yang disebut Aluminium Metal Matrix Composite. Proses age hardening adalah suatu proses perlakuan panas yang terkontrol dengan tujuan untuk memperbaiki sifat mekanis dari suatu paduan. Pada penelitian ini komposit Al-Cu-fly ash dengan komposisi 5%, 10% dan 15% dilakukan aging dengan variasi holding time 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Dimana pembuatan komposit tersebut diperoleh dengan cara pengecoran stir cast. Komposit yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam furnace chamber untuk dilakukan proses age hardening. Proses ini terdiri dari tiga tahap, tahap pertama yaitu solution treatment yang bertujuan untuk menghasilkan fasa α, tahap kedua yaitu quenching atau pendinginan cepat dan tahap ketiga yaitu aging bertujuan untuk memunculkan butir presipitat. Nilai kekerasan dari komposit dalam penelitian ini meningkat setelah mengalami perlakuan age hardening. Proses ini memberikan peningkatan nilai kekerasan yang tinggi pada komposit Al-Cu yang diperkuat dengan serbuk fly ash dengan komposisi 15%. Selain disebabkan karena adanya uncur Cu yang dapat larut padat ke dalam aluminium sehingga mempengaruhi nilai kekerasannya, penambahan serbuk fly ash juga memberikan dampak yang cukup tinggi pada tingkat kekerasan komposit.
Keywords: age hardening, fly ash, aging, presipitat, holding time.

Article Metrics: