BibTex Citation Data :
@article{JTM53594, author = {Dimas Saputra and Dwi Wibowo and Yusuf Umardani}, title = {PERBANDINGAN ANTARA METODE CAVANAGH ARCH INDEX, STAHELI INDEX, DAN REARFOOT ANGLE UNTUK MENGIDENTIFIKASI FLATFOOT PADA SUBYEK MAHASISWA UNDIP}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {13}, number = {3}, year = {2025}, keywords = {cavanagh arch index; flatfoot; identifikasi telapak kaki; rearfoot angle; staheli index}, abstract = { Flatfoot merupakan kondisi biomekanik pada kaki yang ditandai dengan penurunan lengkungan medial longitudinal. Identifikasi flatfoot sangat penting untuk mencegah gangguan postur dan cedera muskuloskeletal. Penelitian ini membandingkan tiga metode identifikasi tipe telapak kaki: Cavanagh Arch Index (AI), Staheli Index (SI), dan Rearfoot Angle (EA). Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Diponegoro menjadi subjek penelitian. Data diperoleh melalui pemindaian telapak kaki menggunakan scanner digital dan pengukuran sudut rearfoot dengan goniometer. Hasil menunjukkan bahwa metode Cavanagh Arch Index paling banyak mengidentifikasi flatfoot (92,5%), namun minim mendeteksi tipe kaki lainnya. Staheli Index lebih seimbang dalam mengklasifikasi tiga tipe kaki (flat, normal, high arch), sedangkan Rearfoot Angle memiliki variabilitas tertinggi. Analisis koefisien variasi mengindikasikan bahwa metode Cavanagh memiliki presisi paling konsisten. Dapat disimpulkan bahwa Staheli Index lebih proporsional untuk skrining populasi, sementara Cavanagh AI cocok untuk deteksi awal flatfoot secara cepat. }, issn = {2303-1972}, pages = {303--310} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/53594} }
Refworks Citation Data :
Flatfoot merupakan kondisi biomekanik pada kaki yang ditandai dengan penurunan lengkungan medial longitudinal. Identifikasi flatfoot sangat penting untuk mencegah gangguan postur dan cedera muskuloskeletal. Penelitian ini membandingkan tiga metode identifikasi tipe telapak kaki: Cavanagh Arch Index (AI), Staheli Index (SI), dan Rearfoot Angle (EA). Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Diponegoro menjadi subjek penelitian. Data diperoleh melalui pemindaian telapak kaki menggunakan scanner digital dan pengukuran sudut rearfoot dengan goniometer. Hasil menunjukkan bahwa metode Cavanagh Arch Index paling banyak mengidentifikasi flatfoot (92,5%), namun minim mendeteksi tipe kaki lainnya. Staheli Index lebih seimbang dalam mengklasifikasi tiga tipe kaki (flat, normal, high arch), sedangkan Rearfoot Angle memiliki variabilitas tertinggi. Analisis koefisien variasi mengindikasikan bahwa metode Cavanagh memiliki presisi paling konsisten. Dapat disimpulkan bahwa Staheli Index lebih proporsional untuk skrining populasi, sementara Cavanagh AI cocok untuk deteksi awal flatfoot secara cepat.
Last update: