BibTex Citation Data :
@article{JTM51435, author = {Insannul Hakim and Agus Suprihanto and Gunawan Haryadi}, title = {PENGARUH DISSOLVED OXYGEN (DO) TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 316 PADA LARUTAN NaCl 0.9%}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {dissolved oxygen (do); korosi; laju korosi; metode ektrapolasi tafel; stainless steel 316}, abstract = { Stainless steel 316 merupakan paduan baja austenitik sekitar 16–18% kromium, 10–14% nikel, dan 2–3% molibdenum. Stainless steel 316 tergolong material serbaguna ( versatile ) karena kemampuannya untuk digunakan di berbagai sektor industri dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda. Keunggulan ini berasal dari kombinasi ketahanan korosi yang tinggi, sifat mekanis yang stabil, serta kemudahan fabrikasi dan pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 pada larutan natrium klorida 0.9%, dan menentukan material stainless steel 316 merupakan material yang tahan terhadap laju korosi larutan natrium klorida 0.9%. Penelitian dengan tentang pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 dalam larutan natrium klorida 0.9% terdiri dari 5 (lima) tahapan. Pertama, membuat 12 spesimen uji yang dilakukan untuk 4 variasi. Kedua, variasi waktu pemberian gelembung oksigen pada larutan NaCl 0.9%. Ketiga, pengujian surface roughness. Keempat, membandingkan hasil foto makrostruktur untuk melihat permukaan yang akan sebelum dan setelah pengujian korosi. Kelima, pengujian korosi dengan metode Potensiostat. Hasil pengujian laju korosi pada stainless steel 316 dalam larutan elektrolit NaCl 0.9% dengan 4 (empat) variasi waktu pemberian gelembung oksigen selama 0-9 menit menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai DO maka laju korosi semakin meningkat, dengan laju korosi terbesar diperoleh pada pemberian gelembung oksigen selama 9 menit dengan konsentrasi DO sebesar 5,76 ppm dan nilai laju korosi 0,00143360 mmpy. Stainless steel 316 merupakan baja yang tahan korosi, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan pada pengujian makrostruktur, korosi yang terjadi pada stainless steel 316 sangat sedikit. }, issn = {2303-1972}, pages = {87--96} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/51435} }
Refworks Citation Data :
Stainless steel 316 merupakan paduan baja austenitik sekitar 16–18% kromium, 10–14% nikel, dan 2–3% molibdenum. Stainless steel 316 tergolong material serbaguna (versatile) karena kemampuannya untuk digunakan di berbagai sektor industri dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda. Keunggulan ini berasal dari kombinasi ketahanan korosi yang tinggi, sifat mekanis yang stabil, serta kemudahan fabrikasi dan pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 pada larutan natrium klorida 0.9%, dan menentukan material stainless steel 316 merupakan material yang tahan terhadap laju korosi larutan natrium klorida 0.9%. Penelitian dengan tentang pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 dalam larutan natrium klorida 0.9% terdiri dari 5 (lima) tahapan. Pertama, membuat 12 spesimen uji yang dilakukan untuk 4 variasi. Kedua, variasi waktu pemberian gelembung oksigen pada larutan NaCl 0.9%. Ketiga, pengujian surface roughness. Keempat, membandingkan hasil foto makrostruktur untuk melihat permukaan yang akan sebelum dan setelah pengujian korosi. Kelima, pengujian korosi dengan metode Potensiostat. Hasil pengujian laju korosi pada stainless steel 316 dalam larutan elektrolit NaCl 0.9% dengan 4 (empat) variasi waktu pemberian gelembung oksigen selama 0-9 menit menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai DO maka laju korosi semakin meningkat, dengan laju korosi terbesar diperoleh pada pemberian gelembung oksigen selama 9 menit dengan konsentrasi DO sebesar 5,76 ppm dan nilai laju korosi 0,00143360 mmpy. Stainless steel 316 merupakan baja yang tahan korosi, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan pada pengujian makrostruktur, korosi yang terjadi pada stainless steel 316 sangat sedikit.
Last update: