skip to main content

ANALISIS BEBAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN METODE CLTD (COLLING LOAD TEMPERATURE DIFFERENCE) PADA KORIDOR RUANG PRODUKSI PT. NUFARINDO SEMARANG

*Krisna Bagus Setiawan  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Paryanto Paryanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Susilo Adi Widyanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

PT. Nufarindo Semarang merupakan salah satu perusahan yang bergerak di bidang produksi farmasi. Pada perusahaan farmasi, sistem pengkondisian udara atau sistem tata udara menjadi hal yang sangat penting. Sistem Tata Udara adalah suatu sistem yang mengondisikan lingkungan melalui pengendalian suhu, kelembaban nisbi, arah pergerakan udara dan mutu udara termasuk pengendalian partikel dan pembuangan kontaminan yang ada di udara. Untuk mendapatkan pengkondisian udara yang tepat diperlukan analisis atau perhitungan beban pendinginan. Pada penelitian ini membahas mengenai analisis beban pendinginan pada koridor ruang produksi PT. Nufarindo Semarang. Analisis beban pendinginan dilakukan menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference). Metode CLTD dikembangkan oleh ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers).  Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam memperkirakan beban pendinginan secara akurat dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti suhu luar, suhu dalam, kelembaban, dan radiasi matahari. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan untuk memastikan variasi yang cukup dalam kondisi cuaca. Setelah dilakukan pengumpulan dan analisis data, didapatkan nilai beban pendinginan pada koridor ruang produksi sebesar 223.104,2 Btu/hr, dengan 10% safety factor yaitu sebesar 22.310,42 Btu/hr maka untuk total beban pendinginan adalah 245.414,7 Btu/hr. Dimana sistem HVAC yang digunakan untuk menyuplai koridor memiliki kapasitas pendinginan sebesar 250.000 Btu/hr. Maka dapat disimipulkan bahwa kapsitas pendinginan dari sistem HVAC yang digunakan untuk menyuplai koridor telah memenuhi kebutuhan dari beban pendinginan.

Fulltext View|Download
Keywords: beban pendinginan; cltd; hvac; sistem tata udara
  1. 997 ASHRAE Handbook Preface. [Online]. Available: http://www.ashrae.org
  2. ASHRAE, ASHRAE fundamentals (SI). 2017
  3. K. Bansal, S. Chowdhury, and M. R. Gopal, “Development of CLTD values for buildings located in Kolkata, India,” Appl. Therm. Eng., vol. 28, no. 10, pp. 1127–1137, 2008, doi: 10.1016/j.applthermaleng.2007.08.005
  4. S. Algarni, C. A. Saleel, and M. A. Mujeebu, “Air-conditioning condensate recovery and applications—Current developments and challenges ahead,” Sustain. Cities Soc., vol. 37, no. November 2017, pp. 263–274, 2018, doi: 10.1016/j.scs.2017.11.032
  5. A. S. Irshad and A. G. Noori, “Evaluating the effects of passive cooling and heating techniques on building energy consumption in Kandahar using CLTD method,” Mater. Today Proc., vol. 57, no. February 2022, pp. 595–602, 2022, doi: 10.1016/j.matpr.2022.01.456
  6. A. Bhatia, “HVAC Design for Pharmaceutical Facilities Credit: 5 PDH,” CED Eng., vol. 333, no. 877, pp. 2–57, 2020, [Online]. Available: https://pharmastate.blog/hvac-design-for-pharmaceutical-facilities/
  7. “R22-PT-Chart”
  8. “AIR FILTERS AND EFFICIENCY CLASSIFICATION.”
  9. B. L. Maluegha and H. Luntungan, “PENENTUAN BEBAN PENDINGINAN AC UNTUK MEMILIH SISTEM PENDINGINAN YANG HEMAT ENERGI PADA RUANGAN IBADAH GEDUNG GEREJA KGMPI GETSEMANI KELURAHAN BAHU KOTA MANADO,” 2021. [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jtmu/index
  10. D. Suntoro, R. Darmawan, and K. Ahadi, “PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN PADA RUANGAN DI PERKANTORAN PT. INDONESIA POWER UPJP PESANGGARAN BALI,” 2018

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.