BibTex Citation Data :
@article{JTM46011, author = {Muhammad Naufal and Athanasius Bayuseno and Rifky Ismail and Deni Fitriyana}, title = {PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT TERHADAP KARAKTERISASI FILAMEN BIOKOMPOSIT (PCL/PLA/HA)}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {filamen; hidroksiapatit (ha); polycaprolactone (pcl); polylactic-acid (pla)}, abstract = { Pembuatan filamen biokomposit berbahan PLA, PCL dan hidroksiapatit cangkang hijau dengan menggunakan alat single screw extruder secara keseluruhan berhasil dilakukan. Pembuatan filamen pada penelitian ini menggunakan variasi penambahan HA. Penambahan variasi HA pada proses pembuatan filamen biokomposit berpengaruh pada karakteristik filamen yang dihasilkan. Dengan penambahan variasi HA menghasilkan densitas dan t ensile s trenght , dan degradation rate yang bervariasi. Pada penelitian ini filamen dengan variasi penambahan HA 20 wt% memiliki nilai tensile strength sebesar 21.674 Mpa, nilai densitas sebesar 1.34 gr/cm 3 , dan degradation rate sebesar 0.217 % Semakin rendah densitas dari filamen juga berpengaruh pada tingkat biodegradable filamen yang dihasilkan semakin cepat filamen mengalami degradasi saat perendaman dengan campuran larutan NaCl dan aquades. }, issn = {2303-1972}, pages = {104--108} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46011} }
Refworks Citation Data :
Pembuatan filamen biokomposit berbahan PLA, PCL dan hidroksiapatit cangkang hijau dengan menggunakan alat single screw extruder secara keseluruhan berhasil dilakukan. Pembuatan filamen pada penelitian ini menggunakan variasi penambahan HA. Penambahan variasi HA pada proses pembuatan filamen biokomposit berpengaruh pada karakteristik filamen yang dihasilkan. Dengan penambahan variasi HA menghasilkan densitas dan tensile strenght, dan degradation rate yang bervariasi. Pada penelitian ini filamen dengan variasi penambahan HA 20 wt% memiliki nilai tensile strength sebesar 21.674 Mpa, nilai densitas sebesar 1.34 gr/cm3, dan degradation rate sebesar 0.217 % Semakin rendah densitas dari filamen juga berpengaruh pada tingkat biodegradable filamen yang dihasilkan semakin cepat filamen mengalami degradasi saat perendaman dengan campuran larutan NaCl dan aquades.
Last update: