COMMITMENT TO THE PROCESS DALAM PROGRAM "DASHAT" DI DESA SURENGEDE DITINJAU DARI PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE
Abstract
Collaborative Governance merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan berbagai masalah publik. Berdasarkan penelitian terdahulu, salah satu hal yang menjadi hambatan dalam proses collaborative governance adalah commitment to the process yang dimiliki oleh para stakeholders. Penelitian ini membahas mengenai commitment to the process dalam mengentaskan stunting. Penelitian ini mengambil Desa Surengede menjadi lokus penelitian. Desa Surengede menjadi pilot project dari program DASHAT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui commitment to the process dalam program DASHAT di Desa Surengede ditinjau dari perspektif collaborative governance dikaji dengan elemen mutual recognition of interdependence, shared ownership of process, dan exploring to mutual gains serta untuk mengetahui faktor-faktor commitment to the process. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan commitment to the process dalam program DASHAT di Desa Surengede oleh para stakeholder belum sempurna. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa dimensi yang belum terpenuhi serta pemahaman stakeholder mengenai stunting sangat minim. Selain itu, terdapat beberapa faktor dari commitment to the process yang menjadi faktor pendorong dan faktor penghambat.
Keywords
Collaborative Governance, stakeholder, stunting