skip to main content

EFEKTIVITAS COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMULIHAN WISATA ALAM GROJOGAN SEWU PASCA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KARANGANYAR

*Abdullah Azzam  -  S1 Ilmu Pemerintahan, Indonesia
Kushandajani Kushandajani  -  Universitas Diponegoro

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan Collaborative Governance dalam pemulihan sektor wisata alam Grojogan Sewu pasca pandemi COVID-19 di Kabupaten Karanganyar. Kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Karanganyar dengan PT. Duta Indonesia Djaya menjadi fokus utama penelitian, dengan tujuan menilai sejauh mana kerja sama ini berkontribusi terhadap pemulihan sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Collaborative Governance dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Grojogan Sewu telah memenuhi indikator efektivitas menurut DeSeve, yang mencakup struktur jaringan, komitmen terhadap tujuan bersama, kepercayaan antar pemangku kepentingan, kepastian tata kelola, akses terhadap wewenang, pembagian tanggung jawab, berbagi informasi, serta akses terhadap sumber daya. Kolaborasi ini terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperbaiki infrastruktur pariwisata, serta memberdayakan masyarakat lokal melalui program ekonomi kreatif dan pelatihan keterampilan. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti perlunya evaluasi kebijakan secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Rekomendasi yang diajukan meliputi optimalisasi strategi pemasaran digital, peningkatan layanan berbasis keberlanjutan, serta penerapan kebijakan adaptif guna menjaga daya saing wisata alam di era pascapandemi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan model tata kelola kolaboratif untuk sektor pariwisata yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Collaborative Governance, efektivitas, pariwisata, Grojogan Sewu, pascapandemi
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.