skip to main content

STRATEGI KAMPANYE POLITIK PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN BOGOR DALAM MERAIH KEMENANGAN SUARA SWING VOTES PADA PILKADA SERENTAK TAHUN 2024 (Studi Kasus Pasangan Calon Nomor Urut Satu)

*Haura Saffanah Adinda  -  S1 Ilmu Pemerintahan, Indonesia
Nur Hidayat Sardini  -  Universitas Diponegoro

Citation Format:
Abstract
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu mekanisme demokrasi yang memungkinkan masyarakat secara langsung memilih pemimpin di tingkat daerah. Pada Pilkada Kabupaten Bogor 2024, keberadaan swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi hasil akhir pemilihan. Selain itu wKbaupten Bogor sendiri yang memiliki jumlah masyarakat tertinggi pada tingkat lingkup wilayah kabupaten/kota membuat sulit nya menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye yang diterapkan oleh pasangan calon nomor urut satu, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi, dalam upaya memenangkan suara swing voters. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim badan pemenangan, anggota KPU Kabupaten Bogor dan masayrakat pemilih Kabupaten Bogor. Selain itu penelitian ini menggunakan analisis dokumen dan juga studi literatur terkait strategi kampanye politik. Kerangka analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep strategi pemasaran politik (political marketing), yang dikemukanan oleh Adman Nursal yang terdiri dari Push Political Marketing, Pull Political Marketing, dan Pass Political Marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan calon nomor urut satu menerapkan strategi kampanye yang sistematis dan adaptif dalam menjangkau swing voters. Push Political Marketing dilakukan dengan branding politik masing-masing pasangan calon dan pembuatan identitas kandidat. Pull Political Marketing diterapkan melalui optimalisasi media massa dan digital, seperti penyebarluasan informasi lewat televisi, radio, serta media sosial untuk meningkatkan eksposur publik. Sementara itu, Pass Political Marketing digunakan dengan menggandeng jaringan politik, tokoh masyarakat, dan organisasi tertentu sebagai agen dalam menarik suara pemilih yang belum menentukan pilihan. Strategi yang diterapkan pasangan calon terbukti berkontribusi dalam meningkatkan elektabilitas mereka, terutama di kalangan pemilih yang belum memiliki preferensi tetap. Namun, efektivitas strategi ini tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti preferensi politik masyarakat, dinamika isu politik, serta peran media dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi akademisi, praktisi politik, serta penyelenggara
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.