BibTex Citation Data :
@article{JPGS49818, author = {Fredrick J.D}, title = {STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM DI KELURAHAN PUDAKPAYUNG, KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG}, journal = {Journal of Politic and Government Studies}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {}, abstract = {Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keberjalanan strategi pengembangan pariwisata berbasis community based tourism yang diterapkan di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan subjek penelitian yakni Pemerintah Kelurahan Pudakpayung, Kelompok Sadar Wisata (Deswita) Pudakpayung, perwakilan masyarakat Desa Wisata Pudakpayung, wistawan yang pernah berwisata ke destinasi wisata Pudakpayung, serta pengelola Yayasan Buddhagaya Watugong. Penelitian ini memperoleh data, informasi penelitian melalui metode pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi serta kepustakaan. Data yang diperoleh dan dikumpulkan oleh penulis dengan menggunakan teknik analisa data yakni reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengembangan pariwisata berbasis community based tourism menggunakan 4 pendekatan pengembangan pariwisata oleh Sunaryo (2013) yaitu pengembangan aksesibilitas wisata, akomodasi dan amenitas wisata, atraksi dan daya tarik wisata, serta citra wisata. Secara keseluruhan pengembangan pariwisata sudah diterapkan. Namun beberapa aspek seperti akses yang masih belum sepenuhnya tersedia, atraksi wisata yang perlu dikembangkan, serta promosi wisata yang masih perlu ditingkatkan. Lalu dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Pudakpayung berbasis komunitas sudah menerapkan 5 aspek community based tourism yakni aspek sosial, budaya, ekonomi, lingkungan, dan politik. Masukan serta saran atas strategi pengembangan pariwisata yang diterapkan masih perlu adanya perbaikan, pembenahan, serta peningkatan atas strategi yang telah diterapkan. Lalu terkait penerapan aspek community based tourism dalam pengembangan pariwisata yang masih perlu ditingkatkan, dibenahi, dan ditingkatkan. Agar kelak desa wisata ini mampu bersaing dengan desa wisata lainnya dan dapat menjadi wisata unggulan yang dimiliki oleh Kota Semarang.}, pages = {383--399} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/49818} }
Refworks Citation Data :
Last update: