BibTex Citation Data :
@article{JPGS49378, author = {Muhammad Hadwi and Rina Martini}, title = {“IMPLIKASI PEMBANGUNAN KAWASAN OLAHRAGA TERPADU JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM (JIS): ANALISIS KONFLIK AKIBAT PENGGUSURAN WARGA KAMPUNG BAYAM”}, journal = {Journal of Politic and Government Studies}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {}, abstract = {Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) merepresentasikan kompleksitas antara pembangunan infrastruktur kota dan dinamika sosial masyarakat urban, khususnya konflik penggusuran warga Kampung Bayam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan konflik, mengidentifikasi aktor yang terlibat, serta mengevaluasi strategi resolusi konflik dalam konteks penggusuran. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berakar pada ketidakjelasan sosialisasi awal dan ketiadaan kebijakan yang memadai terkait relokasi. Ketegangan meningkat akibat perubahan fungsi Kampung Susun Bayam (KSB) menjadi HPPO JIS, yang mengabaikan keberlangsungan sosial-ekonomi warga. Warga bertahan di tenda darurat selama 11 bulan dalam kondisi yang memprihatinkan, hingga akhirnya ditawarkan relokasi ke Rusun Nagrak, meskipun solusi ini tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan sosial-ekonomi komunitas. Analisis mengungkapkan kegagalan pendekatan struktural-hirarkis dalam mengelola kompleksitas sosial dan warisan kebijakan pasca-krisis moneter yang masih menyisakan grey area terkait status lahan. Meskipun intensitas konflik menurun dengan penawaran relokasi ke Rusun Nagrak, solusi tersebut tidak mempertimbangkan keberlanjutan sosial-ekonomi komunitas, menciptakan potensi konflik baru di masa depan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan mekanisme konsultasi publik yang inklusif, kebijakan relokasi yang berkelanjutan, sistem kompensasi holistik, serta penguatan platform dialog dan monitoring dampak sosial-ekonomi. Pendekatan berbasis hak asasi manusia perlu menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan kota untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar warga terdampak. Dengan transformasi paradigma dalam perencanaan kota, pembangunan infrastruktur dapat mencerminkan prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan tanpa mengorbankan martabat warga. Kata Kunci: Konflik, Jakarta International Stadium (JIS), Perkumpulan Warga Kampung Bayam (PWKB), Penggusuran, Pembangunan Infrastruktur.}, pages = {19--36} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/49378} }
Refworks Citation Data :
Last update: