POLITIK MATI ANGIN: STUDI KASUS RELAWAN TEMAN AHOK DI TENGAH KEPENTINGAN PARTAI POLITIK PADA PILKADA DKI JAKARTA 2017

Valentina Sekar Ayu, Priyatno Harsasto

Abstract


INTISARI
Pilkada DKI Jakarta 2017 memiliki antensi yang menarik dikarenakan adanya gerakan sosial politik
masyarakat bercirikan relawan. Relawan ini dinamakan Relawan Teman Ahok. Ahok sebagai figur
diusung oleh Relawan Teman Ahok untuk maju sebagai Calon Gubernur melalui jalur independen.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Subjek data
penelitian ini adalah staff pribadi Ahok, individu-individu Relawan Teman Ahok, KPUD DKI
Jakarta, Bawaslu DKI Jakarta, dan peneliti-peneliti politik.
Relawan Teman Ahok dalam mendukung Ahok memiliki dua periodisasi yaitu masa pada saat Ahok
di jalur independen dan Ahok di jalur partai politik. Proses pendukungan Relawan Teman Ahok
terhadap Ahok tidak sesuai rencana awal dimana Ahok maju secara independen. Alasan utama Ahok
memilih jalur partai politik adalah sebuah tindakan pragmatis. Pragmatis ini bernilai negatif karena
tidak ada diskusi dengan Relawan Teman Ahok dalam mengambil keputusan tersebut. Relawan
Teman Ahok pun dalam tim pemenangan tidak dapat posisi strategis. Problematika ini dinamakan
oleh penulis sebagai politik ketidakberdayaan. Hal ini juga berlanjut pada saat kampanye hingga akhir
Pilkada DKI 2017 selesai dimana Relawan Teman Ahok masih dalam suatu ketidakberdayaan. Hasil
Pilkada DKI 2017 yang dimenangkan oleh Anies-Sandi jadi sebuah dasar analisis dari tindakan Ahok
sendiri dalam sebuah pertanyaan: “apakah Ahok seharusnya mengambil jalur independen atau jalur
Relawan Teman Ahok agar dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017?”.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.