ANALISIS JEJARING KEBIJAKAN DALAM PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI COLO SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO (Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo)

Published: 20 Feb 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 134 80
Abstract
Abstract:
The aim of this research is to explain the network policy which exists in the management of Colo Irrigation System as a part of Bengawan Solo River Area Water Resource Management System. The state guarantee all the people have rights to utilize water for their daily life, to ensure their healthy life, clean, and productive as well ass the constitution have been wrote down. Colo Irrigation System, hold the important role to more than 24.000 hectares of rice fields irrigation across six regions in Central Java and East Java Province. The consequences of water irrigation utilization pushing collaboration in a policy network to bridging every actor’s interest to the existing of Colo Irrigation System. This study tried to look the network model, mapping the actors that been involved in, digging the root problems which effecting various obstacle to the collaboration and search for the solution, also to looking for the practically problems. The kind of this study is a descriptive analysis that aims to describe the symptoms as well as symptoms analyzed using a qualitative approach. The subjects in this research are related government institutions in national until local level, and also the farmers community (P3A). There are many methods to collecting data in this research, non participant observation, in-depth interviews and documentation studies. The results showed that a policy network as a pattern of actor’s cooperation in the management of Colo Irrigation System does exist. And there are two level of the policy network involved in this collaboration, which are Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Komisi Irigasi Kabupaten Sukoharjo.
Keywords: Policy network, irrigation system, public policy.
Abstraksi:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan jejaring kebijakan yang ada dalam pengelolaan Sistem Irigasi Colo sebagai bagian dari Sistem Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo. Pemerintah menjamin semua masyarakat memiliki hak untuk memanfaatkan air bagi kehidupan mereka, memastikan mereka hidup sehat, bersih, dan produktif sebagaimana yang telah diamanahkan undang undang. Sistem Irigasi Colo memegang peranan penting atas lebih dari 24.000 Hektar lahan persawahan di enam kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Konsekuensi dari pemanfaatan air irigasi adalah mendorong kolaborasi di dalam jejaring kebijakan untuk menjembatani kepentingan setiap aktor atas keberadaan Sistem Irigasi Colo. Kajian ini bertujuan untuk mencari model jejaring, memetakan aktor yang terlibat di
2
dalamnya, menggali akar permasalahan yang menyebabkan beragam kendala di dalam kerja sama dan akhirnya mencari solusinya, termasuk mencari permasalahan permasalahan di lapangan. Jenis kajian ini adalah deskripsi analisis yang bertujuan untuk mendeskrisikan gejala gejala yang telah dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah instansi pemerintah yang berkepentingan dari level nasional hingga lokal, dan juga Paguyuban Petani Pemakai Air (P3A). Ada banyak metode pengumpulan data di dalam penelitian ini, yaitu observasi non partisipatoris, wawancara mendalam, dan kajian pustaka. Hasilnya menunjukan bahwa jejaring kebijakan sebagai sebuah pola kerja sama antar aktor di dalam pengelolaan Sistem Irigasi Colo memang ada. Dan ada dua level jejaring kebijakan yang terlibat di lama koordinasi, yaitu Tim Koordinasi Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Komisi Irigasi Kabupaten Sukoharjo.
Kata kunci: Jejaring kebijakan, sistem irigasi, kebijakan publik

Article Metrics: