EVALUASI PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DI LINGKUNGAN KOTA TEGAL TAHUN 2010

Published: 11 Feb 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Abstrak
Sistem Pengadaan Barang dan Jasa di Kota Tegal telah mulai diterapkan sistem e-
Procurement. Pada sistem e-Procurement seluruh proses lelang mulai dari
pengumuman, mengajukan penawaran, seleksi, sampai pengumunan pemenang
akan dilakukan secara online melalui situs internet (website). Semakin luasnya
akses internet oleh masyarakat khususnya di pelaku bisnis konstruksi telah
menjadikan e-Procurement ini fleksibel diterapkan dan menjadi suatu kebutuhan
bagi pemerintahan yang modern. e-Procurement dipercaya sebagai alat atau
instrumen untuk peningkatan good governance dan pelayanan publik karena akan
meningkatkan efisiensi biaya, efektifitas, waktu siklus yang lebih cepat,
meningkatkan akuntabilitas pemerintah. Dari sisi penyedia jasa kontruksi,
keberhasilan dalam mengikuti sistem lelang adalaha salah satu factor penentu
kelangsungan hidup perusahaan.
Dari permasalahan tersebut dapat dijawab dengan penelitian kualitatif yang
bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data antara lain observasi,
interview (wawancara), dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan
cara reduksi data, pengorganisasian data dan interpretasi data.
Tulisan ini merupakan hasil studi dalam mengenali karakteristik pelaksanaan
program e-Procurement uang ada saat ini di Bagian Perekonomian dan
Pembangunan Setda Kota Tegal kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini
mengenai pelaksanaan sistem lelang elektronik yang diadakan di lingungan
Pemerintah Kota Tegal. Beberapa kendala yang muncul, maka rekomendasi yang
bisa disampaikan masyarakat Kurangnya SDM yang menguasai IT, ketersediaan
koneksi internet yang terbatas. Sedangkan dari pemerintah yaitu keterbatasan
SDM, Ada perbaikan sistem dari LKPP yang menyebabkan mengganggu proses
2
kenyamanan pada layanan sistem e-Procurement menjadi terhenti, sebagian
panitia pengadaan masih ada yang belum menguasai aplikasi e-Procurement. Dan
dari pihak pemerintah lebih giat lagi mengadakan pelatihan dan pengembangan
penyedia barang secara elektronik di LPSE, perbaikan infrastruktur terutama
masalah sistem e-Procurement mengalami kendala teknis dari pusat dan teknis
jaringan.
Kata kunci : e-Procurement, Penyedia barang, Pngadaan barang dan jasa.

Article Metrics: