IMPLEMENTASI DAN ANALISIS VOIP BERBASIS OPEN SIP SERVER PADA WIRELESS LAN

Received: 3 Sep 2014; Published: 3 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 110 45
Abstract
Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui protokol internet. VoIP dapat diimplementasikan untuk komunikasi internal organisasi, institusi, dan perusahaan tanpa terbebani oleh tanggungan biaya kepada operator telekomunikasi. VoIP banyak diimplementasikan dengan media nirkabel karena kebiasaan orang berkomunikasi sudah tidak dilakukan di satu tempat yang tetap, tetapi dilakukan dengan berpindah-pindah tempat. Dalam telekomunikasi, diperlukan teknologi pensinyalan yang berguna untuk membangun, mengawasi, dan melepas hubungan antara dua titik. Salah satu teknologi pensinyalan yang banyak digunakan untuk VoIP adalah Session Initiation Protocol, dengan implementasinya yang berupa perangkat lunak Open SIP Server. Selain pensinyalan, ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan dalam implementasi VoIP, yaitu Mean Opinion Score (MOS), network impairment, dan bandwidth. Diperlukan analisis VoIP untuk dapat menilai ketiga parameter tersebut, sehingga dihasilkan informasi yang dapat digunakan untuk membangun sistem VoIP yang optimal. Analisis hasil dilakukan terhadap enam codec, yaitu G.722, PCMA, PCMU, Speex, GSM, dan BV16. Setiap codec dianalisis pada jarak 5, 10, 15, dan 20 meter, dihitung dari posisi responden ke access point. Kualitas suara yang terbaik didapatkan oleh G.722 (nilai MOS 4,2). Codec yang menggunakan bandwidth paling rendah adalah Speex (27,12 kbps).
Keywords: Voice over Internet Protocol, Session Initiation Protocol, Mean Opinion Score, Quality of Service, Bandwidth, Codec.

Article Metrics: