BibTex Citation Data :
@article{JMR43844, author = {Muhammad Abadi and Chrisna Adhi Suryono and Retno Hartati}, title = {Analisis Hubungan Panjang Berat Kerang Darah dan Kerang Hijau Di Perairan Tambak Lorok Semarang}, journal = {Journal of Marine Research}, volume = {14}, number = {1}, year = {2025}, keywords = {Kerang darah; Kerang hijau; Pola pertumbuhan}, abstract = { Kerang darah ( Anadara granosa ) dan kerang hijau ( Perna viridis ) merupakan biota laut dari kelas bivalvia yang banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan konsumsi. Kerang mudah ditemukan di darah pesisir seperti Tambak Lorok Semarang. Penangkapan kerang yang tidak memperhatikan ukuran dapat mengakibatkan overfishing yang berdampak pada penangkapan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran panjang dan berat serta hubungan panjang cangkang dan berat total. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskreptif kuantitatif. Sebanyak 360 sampel kerang darah dan 360 sampel kerang hijau yang diperoleh dari tempat pelelangan ikan pasar Tambak Lorok diukur panjang dan beratnya. Panjang cangkang kerang diukur dari ujung anterior sampai ujung posterior dan pengukuran berat total kerang dilakukan dengan menimbang keseluruhan cangkang dan dagingnya. Hasil pengukuran kerang darah yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 23,4-40,6 mm dengan berat total 4,2-22,4 gram serta pengukuran kerang hijau yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 31-80 mm dengan berat total 3-32 gram. Pola pertumbuhan pada kerang darah ( A. granosa ) dan kerang hijau ( P. Viridis ) yang ditemukan di daerah perairan Tambak Lorok adalah allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2, 4509 dan 2,5236 yang menunjukan bahwa pertumbuhan panjang cangkang akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat kerang. }, issn = {2407-7690}, pages = {166--172} doi = {10.14710/jmr.v14i1.43844}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/view/43844} }
Refworks Citation Data :
Kerang darah (Anadara granosa) dan kerang hijau (Perna viridis) merupakan biota laut dari kelas bivalvia yang banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan konsumsi. Kerang mudah ditemukan di darah pesisir seperti Tambak Lorok Semarang. Penangkapan kerang yang tidak memperhatikan ukuran dapat mengakibatkan overfishing yang berdampak pada penangkapan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran panjang dan berat serta hubungan panjang cangkang dan berat total. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskreptif kuantitatif. Sebanyak 360 sampel kerang darah dan 360 sampel kerang hijau yang diperoleh dari tempat pelelangan ikan pasar Tambak Lorok diukur panjang dan beratnya. Panjang cangkang kerang diukur dari ujung anterior sampai ujung posterior dan pengukuran berat total kerang dilakukan dengan menimbang keseluruhan cangkang dan dagingnya. Hasil pengukuran kerang darah yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 23,4-40,6 mm dengan berat total 4,2-22,4 gram serta pengukuran kerang hijau yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 31-80 mm dengan berat total 3-32 gram. Pola pertumbuhan pada kerang darah (A. granosa) dan kerang hijau (P. Viridis) yang ditemukan di daerah perairan Tambak Lorok adalah allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2, 4509 dan 2,5236 yang menunjukan bahwa pertumbuhan panjang cangkang akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat kerang.
Article Metrics:
Last update: