skip to main content

Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun Pada Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa

Ilman Fari Muhammad  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Ita Riniatsih  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Lamun merupakan tumbuhan sejati atau Angiospermae yang mampu untuk hidup sepenuhnya terendam dibawah air laut. Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas yang tinggi. Saat ini, menurunnya luasan padang lamun menjadi perhatian dalam upaya konservasi ekosistem pesisir. Kegiatan penilaian kondisi ekosistem padang lamun penting dilakukansebagai langkah awal pada upaya rehabilitasi padang lamun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun atau IKEL di Pantai Mrican dan Pantai Babakan Kulon, Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Parameter yang menjadi dasar dari IKEL adalah keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, kecerahan air, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling, dengan menetapkan (3) tiga stasiun pada setiap lokasi. Pengambilan data keanekaragaman jenis lamun, persentase tutupan lamun, persentase tutupan epifit, dan persentase tutupan makroalga menggunakan metode line transect dan transek kuadran berukuran 50x50 cm berdasarkan Buku Panduan Pemantauan Padang Lamun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis lamun yang ditemukan di kedua lokasi, yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, dan Thalassia hemprichii. Persentase tutupan lamun pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 31,16% yang tergolong Sedang, pada stasiun 2 adalah 30,02% yang tergolong Sedang, dan Pada stasiun 3 adalah 36,17% yang tergolong Sedang. Pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon,nilai persentase tutupan lamunnya adalah 23,77% yang tergolong Jarang, pada stasiun 2 adalah 27,08% yang tergolong Sedang, dan pada stasiun 3 adalah 18,84% yang tergolong Jarang. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Mrican adalah 0,46 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,49 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,49 yang berstatus Buruk. Nilai IKEL pada stasiun 1 Pantai Babakan Kulon adalah 0,51 yang berstatus Buruk, pada stasiun 2 adalah 0,51 yang berstatus Buruk, dan pada stasiun 3 adalah 0,51 yang berstatus Buruk. Dampak kegiatan aktivitas Masyarakat pesisir dan kondisi parameter perairan yang buruk diduga memicu kondisi nilai IKEL yang buruk.
Fulltext View|Download
Keywords: Lamun; Kualitas Padang Lamun; Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun; Pulau Kemujan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.