Studi Kerentanan Rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Sebagai Upaya Konservasi Berkelanjutan

*Aninda Putri Amelia  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Irwani Irwani  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Djunaedi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 Jun 2020; Published: 27 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah hewan bercangkang keras seperti kepiting yang memiliki habitat alami hidup di laut dan biasa disebut sebagai Blue Swimming Crab. Rajungan menjadi salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengkaji tingkat kerentanan Rajungan (Portunus pelagicus) akibat adanya kegiatan penangkapan di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis PSA (Productivity and Susceptibility Analysis). Hasil analisa parameter produktivitas didapatkan dari literatur, sedangkan parameter kerentanan didapatkan dari hasil wawancara dengan nelayan setempat. Nilai PSA yang didapatkan sebesar 2,01 yang menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masih tergolong rendah, sehingga tekanan aktivitas penangkapan belum berdampak serius terhadap potensi keberlanjutan Rajungan (Portunus pelagicus) sementara hasil pola pertumbuhan menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif baik jantan dan betina. Hubungan lebar karapas dengan berat rajungan menghasilkan nilai b sebesar 2,37 untuk rajungan jantan dan 2,33 untuk rajungan betina. Sifat pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat rajungan. Rata rata lebar karapas yang ditemukan dilokasi penelitian 128 mm pada Rajungan jantan dan 111 mm pada Rajungan betina serta memiliki rata rata ukuran berat 115 gr baik pada Rajungan jantan dan betina.



 Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) is a hard-shelled animal like a crab that naturally lives in the sea and is commonly referred to as the Blue Swimming Crab. The Blue Swimming Crab is one of the fishery commodities with high economic value in Indonesia. This research aimed to examine the vulnerability rate of  Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) due to the fishing activities in Paciran Village, Paciran, Lamongan, East Java. The method used in this study is the PSA (Productivity and Vulnerability Analysis) method. The analysis of productivity parameters’ was obtained from literature, while the vulnerability parameters are obtained from interviews with local fisherman. The PSA value was (2,01). The results indicated that the level of vulnerability is still relatively low, therefore the pressure of fishing activities has not seriously affected the potential sustainability of the Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) and the results of the Blue Swimming Crab growth pattern shows negative allometric growth patterns for both males and females.The relationship between carapace width and crab weight had a value of b of 2,37 for male crabs and 2,33  for female crabs. This growth characteristic showed that carapace width growth is faster than the growth of crab weight. The average width of the carapace was found in the study location 128 mm for male, and 111 mm for female crab and has an average weight size of 115 gr for both males and females.

Keywords: Rajungan; PSA; Bubu; Paciran Lamongan

Article Metrics: