Kandungan Nitrat dan Fosfat dalam Air Pori Sedimen dan Kolom Air di Daerah Padang Lamun Perairan Pantai Prawean, Bandengan, Jepara

*Eko Wardana Parsaulian Tampubolon  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ria Azizah Tri Nuraini  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Supriyantini  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Jul 2020; Published: 22 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Secara alamiah konsentrasi zat hara dalam perairan bervariasi untuk masing-masing bentuk senyawanya, termasuk nitrat dan fosfat. Lamun berperan penting terhadap sumbangan nutrien di perairan dengan hasil dekomposisi serasah lamun oleh mikroorganisme pengurai. Fungsi sistem lamun terletak pada pemahaman faktor-faktor yang mengatur produksi dan dekomposisi bahan organik serta efisiensi daur nutrisi dalam sistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrat dan fosfat air pori sedimen dan kolom air serta mengetahui jenis dan jumlah kerapatan lamun yang terdapat di perairan Pantai Prawean Bandengan Jepara. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Analisa kandungan nitrat menggunakan metode analisis SNI 06-6989.31-2005 dan fosfat menggunakan metode analisis BP2-MU-A-08. Pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 50x50cm menurut panduan LIPI. Kandungan nitrat air pori sedimen berkisar 1,85 – 2,82 mg/l, tergolong sedang. Sedangkan kandungan nitrat kolom air berkisar 0,63 – 1,09 mg/l, tergolong rendah. Kandungan fosfat pada air pori berkisar 0,09 – 0,15 mg/l, tergolong sangat subur. Sedangkan kandungan fosfat kolom air berkisar 0,02 – 0,04 mg/l, tergolong cukup subur. Jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 4 spesies yaitu Enhalus accoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serullata, dan Cymodocea rotundata. Kerapatan lamun tertinggi di stasiun 2 sebanyak 132 tegakan/m2 (rapat) sedangkan stasiun 1 sebanyak 95 tegakan/m2 (agak rapat) dan stasiun 3 sebanyak 123 tegakan/m2 (agak rapat). Lamun jenis Cymodocea serullata memiliki dominansi tertinggi pada setiap stasiun.

 

ABSTRACT : Naturally the concentration of nutrients in the waters varies for eachthe form of its compounds, including nitrates and phosphates. Seagrass plays an important role in the contribution of nutrients in waters with the result of decomposition of  seagrass litter by decomposing microorganisms. The function of the seagrass system lies in understanding the factors that govern the production and decomposition of organic matter and the efficiency of nutrient cycling in the system. This research aims to determine the content of nitrate and phosphate in sediment pore water and water columns in the seagrass beds of Prawean Coast waters Jepara and determine the type and the amount of seagrass density. This research method uses descriptive analysis. Nitrate content analysis using SNI 06-6989.31-2005 and phosphate analysis using BP2-MU-A-08. Seagrass observations using the Transect squared 50x50cm according to the LIPI guidelines. The content of nitrates sediment pore water in the seagrass beds of Prawean Coast ranges from 1,85 to 2,82 mg/l, while the content of nitrate in water column ranges from 0,63 – 1,09 mg/l. The content of phosphate in pore water ranges from 0,09 – 0,15 mg/l, while the phosphate content of the water column ranges from 0,02 to 0,04 mg/l. Four types of seagrass found were Enhalus accoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serullata, and Cymodocea rotundata. The highest seagrass density at station 2 was 132 stands/m2, while the station 1 was 95 stands/m2 and station 3 was 123 stands/m2. Seagrass type Cymodocea Serullata has the highest dominance at each station.

Kata Kunci :   Nitrat, Fosfat, Air Pori Sedimen, Kolom Air, Lamun.

Keywords: Nitrat; Fosfat; Air Pori Sedimen; Kolom Air; Lamun.

Article Metrics: