Model Transformasi Gelombang di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang dengan Tiga Skenario

*Rifka Pramesti Asa Rachmawatie  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Baskoro Rochaddi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Elis Indrayanti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 13 Oct 2020; Published: 26 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pembangunan dermaga dan breakwater (pemecah gelombang) di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat dapat mengakibatkan transformasi gelombang di perairan sekitarnya. Pemodelan transformasi gelombang penting untuk memberikan informasi sekaligus memprediksi seberapa besar pengaruh pembangunan dermaga dan breakwater terhadap perairan di sekitarnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya transformasi gelombang dengan menggunakan tiga skenario. Penelitian lapangan dilaksanakan pada Januari sampai Februari 2020. Data yang digunakan adalah data gelombang hasil pengukuran lapangan, data angin, dan data batimetri. Peramalan gelombang dengan menggunakan metode Sverdrup-Munk Bretschneider (SMB). Pemodelan gelombang menggunakan model hidrodinamika untuk mengetahui besar transformasi gelombang. Tiga skenario yang digunakan yaitu skenario 1 (tanpa ada dermaga dan breakwater), skenario 2 (ada dermaga tanpa breakwater), dan skenario 3 (ada dermaga dan breakwater). Hasil simulasi menunjukan bahwa terjadi transformasi gelombang yang meliputi refraksi, refleksi, difraksi dan shoaling di Pelabuhan Patimban, dengan nilai koefisien refraksi tertinggi pada skenario 1. Penurunan tinggi gelombang terjadi pada skenario 2 dan skenario 3.

 

The construction of a pier and breakwater at Patimban Port, Subang Regency, West Java can create wave transformation in the surrounding waters. Wave transformation modeling is  important to provide information as well as predict how much influence the construction of the pier and breakwater will have effect on the surrounding waters. The purpose of this research is to determine the three scenarios effects for wave transformation. Field research was carried out from January to February 2020. The data used were wave data from field measurements, wind data, and bathymetry data. Wave forecasting using the Sverdrup-Munk Bretschneider (SMB) method. Wave modeling uses hydrodynamic models to determine the magnitude of the wave transformation. Three scenarios are used, namely scenario 1 (without a pier and breakwater), scenario 2 (there is a dock without a breakwater), and scenario 3 (there are a pier and breakwater). The simulation results show that there is a wave transformation which includes refraction, reflection, diffraction, and shoaling at Patimban Port, with the highest refraction coefficient value in scenario 1. A reduction in wave height occurs in scenarios 2 and scenario 3.

Keywords: Gelombang; Pemodelan Gelombang; Pelabuhan Patimban.

Article Metrics: