Kandungan Klorofil Cymodocea serrulata Pada Kedalaman Berbeda di Perairan Pulau Panjang Jepara

*Almira Nadia Kusuma  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Riniatsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 3 Jun 2020; Published: 22 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Klorofil merupakan faktor utama yang mempengaruhi fotosintesis. Cymodocea serrulata membutuhkan intensitas cahaya yang cukup tinggi untuk melaksanakan proses fotosintesis. Perbedaan intensitas cahaya terhadap lamun tersebut diduga akan mempengaruhi pembentukan klorofil, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kedalaman perairan terhadap kandungan klorofil C. serrulata. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri untuk mengetahui absorbansi pigmen klorofil daun lamun C. Serrulata. Analisis statistika digunakan untuk mendeskripsikan pengaruh kecerahan perairan dan stasiun lokasi terhadap kandungan klorofil lamun C.serrulata. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan klorofil tertinggi terdapat di kedalaman 1 meter yaitu sebesar 3,061 µg/l, sedangkan kandungan klorofil terendah terdapat di kedalaman 3 meter yaitu sebesar 1,509 µg/l. Kandungan klorofil menurun seiring dengan bertambahnya kedalaman, yang dipengaruhi oleh kecerahan perairan  dan kadar TSS yang dapat menghambat penetrasi cahaya yang menembus perairan.

 

Chlorophyll is the main factor that affects photosynthesis. Cymodocea serrulata requires a high intensity of the light to carry out the process of photosynthesis. In this case, the differences in light intensity will affect the formation of chlorophyll in seagrass leaves. This study aims to determine the effect of different depths on the chlorophyll content of C. serrulata. Therefore, this study used a spectrophotometric method to determine the absorbance of chlorophyll pigment in C. serrulata. Statistical analysis used to describe the water transparency and sampling station on chlorophyll content. Based on the study results, the highest chlorophyll content has found in 1 meter depth of the sea, which is equal to 3,061 µg/l and the lowest chlorophyll content in 3 meter depth of the sea equal to 1,509 µg/l. It can be concluded that the chlorophyll content decreased while the increasing of the depth due to the water transparency and TSS levels, which can inhibit the penetration of light through the water.

Keywords: Klorofil; Cymodocea serrulata; Pulau Panjang Jepara

Article Metrics: