skip to main content

Studi Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla serrate) Forsskål, 1775 (Malacostraca : Portunidae) di Kecamatan Wedung, Demak, Jawa Tengah

*Jakfar Shodiq Panatar  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Djunaedi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Redjeki  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Kepiting bakau (Scylla serrata) adalah jenis kepiting yang hidup di perairan pantai, tambak, dan hutan bakau (mangrove). Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia, terutama kepiting yang sudah dewasa serta gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik kepiting bakau (Scylla serrata) seperti kelimpahan relatif kepiting bakau (Scylla serrata), distribusi lebar karapas, dan hubungan lebar karapas – berat kepiting bakau (Scylla serrata). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelimpahan realatif kepiting dan analisis regresi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Kecamatan Wedung, Demak. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel kepiting bakau (Scylla serrata) hasil tangkapan nelayan di daerah tersebut. Kepiting bakau hasil tangkapan nelayan tersebut dihitung jumlahnya, diidentifikasi jenis kelaminnya, diukur lebar karapas dan ditimbang beratnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepiting bakau (Scylla serrata) yang tertangkap pada bulan Februari – April 2019 diperoleh 300 individu yang terdiri dari 202 jantan dan 98 betina. Rata – rata ukuran lebar karapas tertinggi berkisar 9.8 cm pada hasil tangkapan di bulan Februari. Hubungan lebar karapas – berat Kepiting bakau (Scylla serrata) baik jantan maupun betina menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif.

 

ABSTRACT : Giant mud crab (Scylla serrata) are types of crabs that live in coastal waters, ponds, and mangrove forests. Giant mud crab (Scylla serrata) is a high economic value export commodity that has the potential to be developed and has high economic value in Indonesia, especially crabs that are mature and fat. The purpose of this study was to determine the morphometric characteristics of giant mud crab (Scylla serrata) such as relative abundance of giant mud crab (Scylla serrata), carapace width distribution, and the relationship between carapace width - weight of giant mud crab (Scylla serrata). The analysis used in this study is the relative abundance of giant mud crab and regression analysis. This research was conducted in February - April 2019 in the subdistrict of Wedung, Demak. The material used in this study was a sample of giant mud crab (Scylla serrata) from the fishermen catch in the area. The giant mud crab captured by the fishermen are counted, identified by sex, measured in carapace width and weighed. The results showed that giant mud crab (Scylla serrata) caught in February - April 2019 obtained 300 individuals consisting of 202 males and 98 females. The highest average carapace width ranges from 9.8 cm in catches in February. Relationship between carapace and weight of giant mud crab (Scylla serrata) both male and female showed negative allometric growth patterns.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Hubungan lebar karapas; berat; morfometrik; Scylla serrata

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.