Analisis Timbal pada Air, Sedimen dan Enhalus Acoroides, Royle 1839 (Angiosperms: Hydrocharitaceae) di Perairan Jepara

*Zhulian Hikmah Hasibuan  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Yulianto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ria Azizah Tri Nuraini  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 May 2020; Published: 16 Jul 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jmr.v9i3.27477 View
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (B)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Pantai Bandengan dan Pulau Panjang merupakan salah satu tempat obyek wisata yang berada di Jepara. Aktivitas perkapalan merupakan salah satu sumber penyebab masuknya bahan pencemar logam berat kedalam perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat Pb (Timbal) pada air, sedimen dan lamun Enhalus acoroides (akar, batang dan daun), dan mengetahui kemampuan Enhalus acoroides dalam mengakumulasi dan Translokasi logam berat Pb di perairan Pantai Bandengan dan Pulau Panjang, Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel, air, sedimen dan akar, batang, daun lamun Enhalus acoroides. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2019. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian menunjukan nilai akumulasi logam berat Pb (Timbal) pada akar Enhalus acoroides di Pantai Bandengan berkisar antara 1,83 – 2,16 mg/l dan pada Daun berkisar antara 1,50 – 2,16 mg/l, sedangkan akumulasi logam berat pada Pb (Timbal) pada akar Enhalus acoroides di Pulau Panjang berkisar antara 1,66 – 2,82 mg/l dan pada daun  1,33 – 2,98 mg/l. Kemampuan lamun Enhalus acoroides yang ada di Pantai Bandengan dan Pulau Panjang dalam mengakumulasi logam berat Pb (Timbal) termasuk dalam kategori rendah dengan nilai faktor biokonsentrasi rata-rata < 250.

 

 

ABSTRACT: Bandengan Beach and Panjang Island are one of a tourist destinations in Jepara. The activities of shipping are ones caused of heavy metal pollutions into the waters. Seagrass is flowering water plants and the ability to adapt to live and grow in the marine environment. Enhalus acoroides is a type of seagrass that grows around Bandengan Beach and Panjang Island. The presence of seagrass in the sea can be a bioindicator of heavy metal pollution  because to absorbs accumulate contaminants.. The pupose of this research ware to know and compare the content of heavy metals Pb (Lead) in Waters, Sediment, and roots, stems, leaf in Enhalus acoroides Seagrass in Bandengan Beach and Panjang Island. This research used descriptive method, while the method of determining the location used purposive sampling method. The material used in this research are the samples of Waters, Sediment, and roots, stems, leaf in Enhalus acoroides Seagrass. The research was carried out in Oktober-November 2019. The analysis of samplescarried out in the laboratory of analytical chemistry, Faculty of Math and Science, Gajah Mada University. The results showed the value of the accumulations of heavy metal Pb (Lead) from the root Enhalus acoroides  in Bandengan Beach ranging between 1,83 – 2,16 mg/l and 1,50 – 2,16 mg/l from the leaves, while the acvumulations of heavy metals Pb (Lead) from the root Enhalus acoroides in Panjang Island range between  1,66 – 2,82 mg/l and 1,33 – 2,98 mg/l from the leaves. The ability Enhalus acoroides in Bandengan Beach and Panjang Island to accumulate the heavy metals Pb (Lead) can be concluded under low category because of bioconcentrate factor value <250

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Enhalus acoroides; Pb (Lead); Bandengan Beach; Panjang Island; Bioconcentrate

Article Metrics: