Sebaran Ukuran Lebar Karapas Dan Berat Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Betahwalang Demak

*Aufa Anam  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Redjeki  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Nov 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Rajungan (Portunidae) merupakan salah satu famili kepiting (Brachyura) Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting di Indonesia, karena berfungsi sebagai komoditas ekspor yang permintaannya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Faktor harga komoditi yang tinggi dan pasar yang jelas tersebut mendorong peningkatan eksploitasi rajungan dari alam (wild catch) di wilayah perairan Pantai Utara Jawa. Perairan Betahwalang merupakan salah satu daerah penangkapan rajungan di Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Betahwalang serta mengetahui hubungan lebar dan berat rajungan di daerah perairan Betahwalang Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2016 di perairan Betahwalang, Demak. Pengumpulan data dilakukan dengan ikut melaut bersama nelayan rajungan Betahwalang. Pengambilan data penelitian meliputi data lebar dan panjang rajungan, serta data parameter lingkungan. Hasil analisa memperlihatkan bahwa pertumbuhan rajungan memiliki nilai b 2,518 yang menunjukkan sifat pertumbuhan allometrik negatif dengan sex rasio 1:1,4. Ukuran rajungan pertama kali tertangkap adalah 109 mm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, 62,4% rajungan pada Zona 1 tidak termasuk kedalam Minimum Legal Size, sedangkan pada Zona 2, 90,5% rajungan tergolong kedalam Minimum Legal Size.

 

ABSTRACT : Blue swimming crab (Portunidae) is one of the crab family (brachyura) and swimming crab (Portunus pelagicus) is an economic value commodity that is important in Indonesia, because it serves as an export commodity that the demand increased year to year. High commodity prices and the clear market crab encourage increased natural exploitation (wild catch) in the territorial waters of the North Coast of Java. Betahwalang waters is one small fishing crab area in Indonesia. The purpose of this study is to know the distribution of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in the Betahwalang waters and to determine the relationship of the carapace width and weight of crab. This research was conducted from September to October 2016 in the Betahwalang waters, Demak. The data collection was done by contributing to the sea with the Betahwalang crab fishermen. Retrieval of research data includes width and length, as well as the data of the environmental parameters. Results of the analysis showed that the growth of crab, value b was 2.518 which exhibits a allometric negative growth with the sex ratio was 1: 1.4. First caught crab size was 109 mm. The results showed that, 62.4% of crab in zone 1 was not included into the Minimum Legal Size, whereas in zone 2, 90.5% rajungan classified into the Minimum Legal Size.

Keywords: Sebaran; Lebar Karapas; Berat; Portunus pelagicus

Article Metrics: