Kajian Kelas Panjang Berat Ikan Pelagis Kecil Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger canagurta) Yang Didaratkan Di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah

*Ardiati Widya Wandira  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryono Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 3 Nov 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Ikan kembung lelaki (Rastrelliger canagurta) merupakan salah satu potensi sumberdaya ikan ekonomis. Penelitian dilakukan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tambak Lorok Semarang Jawa Tengah selama periode bulan November 2015 hingga Januari 2016. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui kelas panjang berat ikan kembung lelaki (Rastrelliger canagurta) berdasarkan beberapa faktor biologi yang meliputi panjang berat, faktor pertumbuhan, faktor kondisi, mortalitas dan laju eksploitasi. Sampling ikan yang diperoleh selama penelitian berjumlah total 1015 ekor dengan kisaran panjang total yang dominan pada bulan November dan Desember 2015 yaitu 143 mm -159 mm, sedangkan pada bulan Januari 2016 adalah kisaran 160 mm -175 mm, terbagi dalam 11 kelas dengan interval 16. Nilai b merupakan hubungan panjang berat ikan kembung lelaki yang didaratkan di TPI Tambak Lorok Semarang pada seluruh waktu sampling adalah sebesar < 3 yang berarti bahwa pertumbuhan ikan kembung lelaki (R. canagurta) yang tertangkap adalah  allometrik negatif dimana keadaan  pertambahan panjang ikan lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya. Hal ini diduga dikarenakan oleh faktor lingkungan dan ketersediaan pangan. Koefisien pertumbuhan (K) adalah sebesar 1,6,  panjang asimtotik (L¥) adalah sebesar 267,75 mm dan umur teoritis mula-mula (t0) sebesar -0,024. Nilai faktor kondisi rata-rata tertinggi yaitu 1,18 sedangkan yang terendah adalah 0,88. Hal ini menunjukkan bahwa ikan dalam keadaan kurang gemuk. Laju mortalitas terbesar disebabkan oleh mortalitas alami dengan nilai yaitu sebesar 0,982 dan didapatkan laju eksploitasi sebesar 0,478. Nilai laju eksploitasi ini termasuk dalam nilai eksploitasi optimum 0,5.

 

ABSTRACT : Indian mackerel (Rastrelliger canagurta) has high economic value. This research was conducted at Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tambak Lorok Semarang Central Java during the period November 2015 to January 2016. This reasearch was conducted to study length-weight of small pelagic fish Indian Mackerel (Rastrelliger canagurta) based on several factors that include length-weight, growth parameter, condition factors, mortality and level of exploitation.The sampling fish obtained during research is 1015 fish with a total length range that is dominant in November and December 2015 between 143 mm-159 mm, in January 2016 between 160 mm-175 mm and was divided into 11 classes with 16 intervals. The values of b is lenght-weight relationship Indian mackerel fish landed in Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tambak Lorok Semarang at all sampling time was  < 3, which means that the grow of Indian mackerel fish (R. canagurta) caught is negative allometric in which state the length of fish faster than gain weight. It can be influenced by environmental factors and food availability. The largest value of growth coefficient (K) was 1,6, asymptotic length (L¥) was 267,75 mm and the theoretical age at first (t0) was -0,024. The value of condition factor was 1,18 and the lowest was 0.88. This indicates that fish in less fat condition. The highest mortality rate is caused by natural mortality amounted 0,982 and obtained  the rate of exploitation  value was 0,478. The exploitation value is still included in optimum exploitation which is 0,5.

Keywords: ikan kembung lelaki; parameter pertumbuhan; faktor kondisi; mortalitas

Article Metrics: