Aktivitas Antifouling dan Karakteristik Fitokimia Ekstrak Rumput Laut Sargassum sp. dari Perairan Gunung Kidul, Yogyakarta

*Muhamad Fikri Hudi Nur Hakim  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Widowati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Sabdono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Marine biofouling merupakan tumbuhnya organisme yang tidak diinginkan pada suatu permukaan yang terendam air laut. Penempelan ini dapat menyebabkan gangguan teknis dan kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa aktif antifouling yang ramah lingkungan sebagai pengganti TBT. Materi yang digunakan adalah ekstrak rumput laut Sargassum echinocarpum dan S. cinereum dengan berbagai macam pelarut (n-heksan, etil asetat, dan metanol). Sampel diambil dari perairan Gunungkidul, Yogyakarta. Bakteri biofilm diisolasi dari substrat plat kayu mahoni yang direndam selama 2 minggu. Metode dalam penelitian ini adalah Uji aktivitas antifouling menggunakan metode disk-diffusion, Uji Fitokimia, Uji Biokimia, dan Uji Brine Shrimp Lethality Test. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antimikrofouling terbaik ditunjukkan oleh ekstrak kasar S. cinereum dengan pelarut etil asetat dan S. echinocarpum dengan pelarut metanol. Berdasarkan analisa One-Way ANOVA dengan signifikansi <0,05menunjukkan ekstrak dengan pelarut metanol dan etil asetat tidak berbeda nyata, sedangkan ekstrak dengan pelarut n-heksan tidak membentuk zona hambat. Uji Biokimia menunjukkan jenis bakteri yang dapat dihambat adalah Bacillus sp., dan Nacordiasp. Hasil fitokimia menunjukkan ekstrak S. cinereum dengan pelarut etil asetat mengandung senyawa alkaloid, quinon, steroid, dan flavonoid. Sedangkan ekstrak S. echinocarpum dengan pelarut metanol mengandung senyawa quinon, triterpenoid, dan flavonoid. Uji Brine Shrimp Lethality Test menunjukkan bahwa ekstrak S. echinorcarpum dan S. cinereum dengan pelarut metanol dan n-heksan memiliki nilai LC50 568,4347 bpj; 663,613 bpj; 639,711 bpj; dan 855,3114 bpj dengan kategori toksik. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa ekstrak S. cinereum dan S. echinocarpum dapat digunakan sebagai sumber antifouling.

 

ABSTRACT : Marine biofouling is the growth of unwanted organism on the structure, which is submerged in seawater. The attachment of those organisms could lead to technical because it attaches and destroys the structures.The aim of this research to find an active antifouling compound that is environmentally friendly as a replacement for TBT. This research used a sample of S. echinocarpum and S. cinereum, which was extracted in various solvents (n-hexane, ethyl acetate, and methanol). The seaweed samples were taken from Gunungkidul, Yogyakarta. The biofilm bacteria was isolated from the mahogany plate substrate that has been submerged in the sea for two weeks. Antifouling activity test used the disk diffusion method, Phytochemicals test used the Harborne test methods, Biochemical test used the Cowan and Steel methods, and Brine Shrimp Lethality Test used the Meyer methods. The results showed that the antimicrofouling activity is most well demonstrated by the extract of S. cinereum with ethyl acetate solvent and S. echinocarpum with methanol solvent. Based on the analysis of One-Way ANOVA with significance <0.05 is known that the different types of solvent does not affects the results of inhibitory zone where methanol and ethyl acetate  are not significantly different, which the extract with n-hexane solvent does not form an inhibition zone.Biochemistry test shows that the type of bacteria that can be inhibited is Bacillus sp., and Nacordia sp.. The results showed that the phytochemical extracts of the S. cinereum crude extract with ethyl acetate solvent contains alkaloid, quinone, steroid and flavonoid compounds. While the crude extract of S. echinocarpum with methanol solvent contains quinone, triterpenoid and flavonoid compounds.Brine Shrimp Lethality Test showed that the crude extract of S. echinorcarpum and S. cinereum with methanol and n-hexane occupy the toxic category with LC50 values 568.4347 bpj; 663.613 bpj; 639.711 bpj; and 855.3114 bpj. It was concluded that the crude extract of S. cinereum and S. echinocarpum making it possible to be used as a source of antifouling.

Keywords: Rumput Laut; Sargassum sp.; Antifouling; Bakteri Fouling

Article Metrics: