Korelasi Kandungan Nitrat Dan Fosfat Dalam Air Dan Sedimen Dengan Kerapatan Lamun Yang Berbeda Di Perairan Teluk Awur, Jepara

*Victoria Ratna Widiyanti  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Sedjati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ria Azizah Tri Nuraini  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK : Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang ada di lingkungan laut. Ketersediaan nutrien di lingkungan mempengaruhi pertumbuhan lamun. Nitrat dan fosfat berfungsi sebagai nutrien untuk melangsungkan fotosintesis. Selain masukan dari daratan, nitrat dan fosfat di padang lamun juga berasal dari hasil dekomposisi tumbuhan lamun yang telah mati. Oleh karena itu perlu adanya penelitian mengenai  kandungan nitrat dan fosfat di perairan pada kerapatan lamun yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi dan kandungan nitrat dan fosfat dalam air dan sedimen di padang lamun perairan Teluk Awur, Jepara pada kerapatan lamun yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan korelasional, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air, sedimen, dan kerapatan lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2015. Analisis sampel penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kandungan nitrat dalam air 2,487-2,711 mg/L, nitrat dalam sedimen sebesar 6,393-7,288 mg/L, fosfat dalam air sebesar 0,008-0,012 mg/L, dan fosfat dalam sedimen sebesar 3,403-4,171 mg/L. Perairan Teluk Awur, Jepara tergolong kurang subur. Analisis korelasi kandungan nitrat dalam air, nitrat dalam sedimen, fosfat dalam air dan fosfat dalam sedimen dengan kerapatan lamun memiliki nilai korelasi (r) sebesar -0,526; 0,242; 0,110 dan 0,101. Hubungan kandungan nitrat dan fosfat dalam air, dan sedimen  menunjukkan hubungan yang rendah.

 

ABSTRACT : Seagrass is the only flower plant in marine environment. Nutrient availability in environment affects the growth of sea grass. Nitrate and phosphate have a role as the nutrient supplier/source for photosynthesis. Besides input from the land, nitrate and phosphate in seagrass field also come from the result of decomposition of dead seagrass. Therefore, a research about nitrate and phosphate content in water at different seagrass density should be conducted.The purpose of this research was to known correlation and  content of nitrate and phosphate in water and sediment of seagrass bed in Teluk Awur waters, Jepara at different seagrass density. This research used a descriptive explorative method and correlational method, while the method for location decision was using purposive sampling method. The materials used in this research were water, sediment, and seagrass density. This research was conducted in October until November 2015. The sample analysis  for this research was done in laboratory of environment technique of Technique Faculty, Diponegoro University. The results obtained from this research showed that nitrate content in water was 2.487-2.711 mg/L, nitrate content in sediment was 6.393-7.288 mg/L, phosphate content in water was 0.008-0.012 mg/L, and phosphate content in sediment was 3.403-4.171 mg/L. The seagrass abundance of Teluk Awur waters, Jepara was categorized to low abundance rate. The analysis of correlation among nitrate and phosphate in water and sediment towards seagrass density pointed correlation value (r) as follows: -0.526; 0.242; 0.110 and 0.101. The relationship between nitrate and phosphate in water and in sediment with the density was estimated  weak relations.

Keywords: Nitrat; Fosfat; Lamun; Teluk Awur

Article Metrics: