Ekologi Lamun di Pulau Sintok, Pulau Kemujan dan Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah

*Abdul Latif Mahakar  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hartati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryono Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Aug 2019.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Abstract

Lamun memiliki tingkat produktivitas primer yang tinggi dan memiliki kemampuan dalam meredam kekuatan arus dan gelombang. Membuat ekosistem lamun sangat menarik dan nyaman bagi kehidupan organisme perairan, baik sebagai tempat untuk mencari makan, tempat memijah ataupun tempat untuk pembesaran anak/larva/juvenile. Padang lamun merupakan ekosistem yang bermanfaat, tetapi kurang diperhatikan. Peneltian ini bertujuan Mengidentifikasi jenis, mengetahui kerapatan dan tutupan lamun di perairan Pulau Sintok, Pulau Kemujan dan Pulau Menjangan Besar Kepulauan karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Pengamatan sampel lamun dilakukan dengan metode transek kuadran dan penentuan lokasi penelitian mengguanakan metode purposive sampling, dibagi berdasarkan zonasi. Analisis data berupa perhitungan kerapatan (Ind/m²) dan penutupan lamun (%). Hasil penelitian telah menemukan 6 jenis lamun, yaitu Cymodocea  serrulata, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Thalasia hemprichi, Halophila ovalis dan Halophila minor. Pulau Sintok sebagai zona perlindungan bahari memiliki nilai kerapatan lamun tertinggi dengan kisaran  98,22-5,56 Ind/m². Diikuti oleh Pulau Menjangan Besar dengan kisaran 62,67-12,67 Ind/m sebagai zona pemanfaatan wisata bahari dan Pulau Kemujan sebagai zona pemukiman dengan kisaran 50-27,33 Ind/m². Sedangkan untuk  tutupan lamun, pada Pulau Sintok dengan kisaran 23,61-1,30%. Pulau Kemujan dengan kisaran 22,61-10,29% dan Pulau Menjangan Besar berkisar 18,75-2,39%. Thalasia hemprichi adalah spesies dengan nilai kerapatan dan tutupan tertinggi dari seluruh lokasi penelitian dengan 98,22 Ind/m² dan 23,61%. Dan spesies terendah untuk kerapatan dan tutupan adalah Cymodocea serrulata dengan 5,56 Ind/m² dan 1,30%.

 

Seagrass have primary level of productivity is high and has the ability to soften the strength of the current and waves. Make seagrass ecosystem is very interesting and comfortable for the life of the organism the waters, both as a place to feeding ground, spawning ground or place to nursery ground. The seagrass is a useful ecosystem, but less noted. This research aims identify the species, know the density and seagrass cover at Sintok Island, Kemujan Island and Menjangan Besar Island Karimunjawa Islands. This research conducted on 15 May 2016 at Sintok Island, Kemujan Island and Menjangan Besar Island Karimunjawa Islands. The method used in this research is the survey method. Sample observation seagrass done with the transect quadrant method. The determination of the location of the research using the method purposive sampling, divided based on over zoning. Data Analysis in the form of calculating the density (Ind/m²) and seagrass cover (%).The results of research has found 6 species of seagrass, namely, Cymodocea rotundata Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Thalasia hemprichi, Halophila ovalis and Halophila minor. Sintok island as protection zone bahari has the highest seagrass density value with a range of 98,22-5.56 Ind/m². Followed by of Menjangan Besar Island with 62,67-12,67 Ind/m² as a zone of the utilization of marine tourism and Kemujan Island as residential zone with a range of 50-27,33 Ind/m². While for the seagrass cover,on the Sintok Island with a range of 23,61-1,30%. Kemujan Island with a range of 22,61-10,29% and And Menjangan Besar Island range 18,75-2.39%. Thalasia hemprichi is the species with the value of the density and the highest cover from the entire research location with 98,22 Ind/m² and 23,61%. And the species to low density and cover is Cymodocea serrulata with 5.56 Ind/m² and 1,30%.

Keywords
Jenis; Kerapatan; Tutupan; Lamun; Zonasi; Karimunjawa

Article Metrics: