Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rumput Laut Gracilaria verrucosa, Greville, 1830 (Florideophyceae : Gracilariaceae) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara

*Radhian Wikanarto Widodo -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Subagiyo Subagiyo -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rini Pramesti -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Oct 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Abstract

Infeksi bakteri patogen menjadi masalah kesehatan dunia. Antibiotik untuk penanggulangan infeksi menjadikan bakteri resisten karena pemakaiannya tidak sesuai dosis. Permasalahan ini dapat diatasi salah satunya dengan pencarian sumber antibiotik baru termasuk diantaranya pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak metanol G. verrucosa terhadap Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio anguillarum, dan Vibrio alginolyticus. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratoris. Sampel rumput laut hasil budidaya Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dikeringkan kemudian dimaserasi dengan metanol selama 2x24 jam. Aktivitas antibakteri ekstrak diuji pada konsentrasi 100 µg/disk, 50 µg/disk, 25 µg/disk, dan 10 µg/disk kemudian dilakukan uji fitokimia. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol G. verrucosa tidak memiliki aktivitas antibakteri. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid.

 

Pathogenic bacterial infection become a world health problem. Antibiotics for prevention of infection make bacteria resistant due to the incorrect dosage. One of these problems can be overcome by finding a new source of antibiotics including seaweed. This study aims to determine the antibacterial activity of methanol extract of G. verrucosa against Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio anguillarum, and Vibrio alginolyticus. Laboratory experimental method was used in this study. Seaweed samples from the cultivation at Brackish Water Aquaculture Center (BBPBAP) Jepara were dried and then macerated with methanol for 2x24 hours. The antibacterial activity of the extract was tested at concentration of 100 µg / disk, 50 µg / disk, 25 µg / disk, and 10 µg / disk then phytochemical tests were carried out. The results of antibacterial activity test showed that G. verrucosa methanol extract did not have antibacterial activity. The phytochemical test showed that seaweed extract contained flavonoids, saponins, steroids, and triterpenoids

Keywords
Gracilaria verrucosa; Antibakteri; Metanol

Article Metrics: