Morfometri Portunus pelagicus, Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) dari Perairan Jobokuto, Jepara

*Yuftah Rizkasumarta  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Adi Santoso  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Sri Susilo  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Aug 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 19 48
Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi keberadaannya secara alami berhadapan dengan tingkat penangkapan yang semakin meningkat. Pesatnya perkembangan perusahaan eksportir rajungan dengan bahan baku yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan, mengakibatkan sangat banyaknya nelayan yang melakukan penangkapan. Penangkapan rajungan dengan frekuensi tinggi dan terus-menerus tanpa memperhatikan ukuran serta kondisi rajungan, berpotensi mengurangi stok rajungan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, serta hubungan lebar karapas dengan berat rajungan yang didaratkan dari perairan Jobokuto, Jepara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dari 1500 rajungan yang diamati diketahui bahwa distribusi lebar karapas berkisar 10,50-11,30 cm, dan berat berkisar  75-104 gram. Hubungan lebar karapas dengan  berat rajungan menghasilkan nilai b sebesar 1,68 untuk rajungan jantan dan 2,80 untuk rajungan betina, sehingga baik rajungan jantan maupun betina pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Sifat pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat rajungan. Persentase penggunaan alat tangkap oleh nelayan rajungan Jepara adalah Bubu (91%), dan Jaring (9%).


The blue swimming crab (Portunus pelagicus) has a high economic value, but its existence is naturally faced with increasing fishing rates. The rapid development of crab exporters with raw materials sourced from fishermen's catches has resulted in very many fishers making arrests. Catching the crab with high frequency and continuously without regard to the size and condition of the crab has the potential to reduce the crab stock in the waters. This research aimed to determine the size distribution, as well as the relationship of carapace width to the weight of the crab,  landed from the seas of Jobokuto, Jepara. The results of this study indicated that of the 1500 crabs observed, the distribution of carapace width ranged from 10.50 to 11.30 cm, and the weight ranged from 75 to 104 grams. The relationship between carapace width and crab weight had a value of b of 1.68 for male crabs and 2.80 for female crabs so that both male and female crabs have negative allometric growth. This growth characteristic showed that carapace width growth is faster than the growth of crab weight. The percentage of fishing gear used by Jepara crab fishermen is Bubu (91%), and Net (9%).

Keywords
Alat Tangkap; Morfometri; Perairan Jobokuto; Portunus pelagicus

Article Metrics: