Identifikasi Jamur pada Tukik Lepidochelys olivacea, Eschscholtz, 1829 (Reptilia : Cheloniidae) Di Turtle Conservation And Education Center Bali

*Ika Ayuningtyas  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Edi Wibowo Kushartono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Redjeki  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penyu merupakan vertebrata laut yang termasuk kedalam kategori Appendix 1 yang artinya dilarang diperdagangkan secara internasional. Selain itu penyu salah satu hewan yang paling terancam populasinya secara langsung maupun tidak langsung. Kematian tukik penyu disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kerusakan habitat alami, pencemaran laut, serangan predator dan perburuan daging maupun telurnya untuk kepentingan komersial. Selain itu, menurunnya jumlah populasi penyu juga disebabkan dari infeksi jamur. Adanya jamur juga menjadi masalah di TCEC (Turtle Conservation and Education Center) yang menyebabkan tingginya tingkat kematian tukik dari penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Maka dari itu dengan mengetahui jenis jamur yang ditemukan dapat dilakukan pengobatan serta pencegahan sesuai jamur yang menginfeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur yang ditemukan pada bagian tubuh penyu lekang (L. olivacea) dan cangkang telur penyu gagal menetas. Sampel tukik dari penyu lekang berumur 10 – 14 hari didapatkan dari penangkaran penyu TCEC Bali. Sampel yang sudah diambil kemudian diswab pada media PDA dan diinkubasi selama 7 hari. Setelah itu dilakukan purifikasi hingga didapatkan koloni murni. Tahap selanjutnya yaitu dilakukannya identifikasi genus secara makroskopis dan mikroskopis pada perbesaran 40x dan 100x. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 10 sampel jamur yang diambil dari beberapa bagian tubuh penyu seperti pada mata, kaki, leher dan karapas dan cangkang telur gagal menetas saat sampling, didapatkan 15 isolat koloni jamur. Dari 15 isolat tersebut, ditemukan 5 genus Aspergillus sp, 5 genus Fusarium sp, 3 genus Pytophthora sp dan 1 isolat Trichoderma sp. Pada bagian tubuh jamur yang paling banyak ditemukan yaitu pada bagian leher  sebanyak 4 koloni dan masing-masing jenis jamur bisa ditemukan pada bagian leher. Jenis jamur yang paling banyak ditemukan pada cangkang telur penyu lekang yang gagal menetas yaitu jamur Aspergillus sp yang masing – masing memiliki bercak kuning pada cangkang telur. Selain dari cangkang telur yang memiliki bercak kuning didapatkan juga dari cangkang telur yang melunak.

 

 

Turtle is a marine vertebrata that belongs to Appendix 1 category which means it is prohibited to be traded internationally. In addition there is a sea turtle one of animals that are most under threat its population is set directly or indirectly. The death of hatchlings sea turtle was caused by various factors, including natural habitat destruction, marine pollution, predatory attacks and the hunting of meat and eggs for commercial purposes. In addition, the declining number of turtle populations is also caused by fungal infections. The presence of fungi is also a problem in TCEC which causes high mortality rates of turtles (Lepidochelys olivacea). Therefore, by knowing the type of fungus that can be found to be treated as well as prevention of appropriate fungi that infect. The purpose of this study was to identify the fungus found in the turtle body part (L. olivacea) and the turtle eggshell failed to hatch. The turtle samples from turtles aged 10-14 days were obtained from TCEC Bali turtle breeding. Samples were taken later in swabbing on PDA media and incubated for 7 days. After that purification to get a pure colony. The next stage is the identification of the genus in macroscopic and microscopic at 40x and 100x magnification. The results showed that from 10 samples of fungus taken from some parts of sea turtle body such as on eyes, feet, neck and carapace, and eggshell failed to hatch during sampling, 15 isolates of fungal colonies were found. Of the 15 isolates, found 5 genera of Aspergillus sp, 5 genus of Fusarium sp, 3 genus of Pytophthora sp and 1 isolate of Trichoderma sp. In the body of the fungus is most commonly found in the neck as much as 4 colonies and each type of fungus can be found on the neck. The most common types of fungus found in eggshell shells that fail to hatch are the Aspergillus sp fungus, each of which has yellow spots on the eggshell. Apart from the eggshell that has yellow spots it is also obtained from the softened eggshell.

Keywords: Penyu Lekang; Cangkang Telur; Fusarium; Pytophthora; Trichoderma

Article Metrics: