EVALUASI WASTE DAN IMPLEMENTASI LEAN CONSTRUCTION (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA TARUNA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG)

*Ahmad Chasan Mudzakir  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Arif Setiawan  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
M.Agung Wibowo  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Riqi Radian Khasani  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 11 Apr 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 325 249
Abstract

Waste merupakan bentuk ketidakefisienan dan pemborosan yang ditimbulkan dari bahan material, SDM, dan waktu. Pada sisi lain, konstruksi ramping (lean construction) memiliki 2 tujuan yang sangat fundamental yaitu meningkatkan value dan mengurangi waste. Studi ini menunjukkan bahwa waste yang paling sering terjadi pada proyek pembangunan gedung serbaguna Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang adalah waktu menunggu instruksi, dengan bobot 0,157. Sedangkan untuk variabel waste yang memberi dampak paling besar pada proyek adalah waktu menunggu instruksi dengan bobot 0,182. Lean construction tools yang belum diterapkan pihak kontraktor yaitu Reverse Phase Scheduling (RPS), Percent Plan Complete (PPC), Six Week Lookahead, commitment chart, sustain, mobile chart dan Start of the day meeting.

Keywords: Variabel Waste; Faktor Waste; Lean Construction; Lean Construction Tools

Article Metrics: