ANALISIS KELAYAKAN TERMINAL PENUMPANG 1A BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO – HATTA

*Rio Nurdin  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Hayning Santa Asisi  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
YI.Wicaksono YI.Wicaksono  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Bagus Hario Setiadji  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 15 Mar 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 154 132
Abstract

Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta terbagi menjadi 3 sub-terminal yaitu 1A, 1B dan 1C. Terminal 1A hanya dioperasikan oleh maskapai Lion Air. Kepadatan penumpang pada terminal 1A terjadi karena kapasitas terminal tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang per tahunnya. Penumpang peak hour dianalisis berdasarkan SNI 03-7046-2004 dan SKEP/77/VI/2005. Analisis ini bertujuan untuk evaluasi kelayakan terminal penumpang 1A pada check in counter, ruang tunggu keberangkatan, dan baggage claim. Hasil dari forecasting tahun 2024 didapatkan penumpang berangkat sebesar 2.943 penumpang per jam dan penumpang datang sebesar 3.189 penumpang per jam. Tahun 2014 dan 2024, kondisi eksisting check in counter dan baggage claim device tidak memadai untuk penumpang peak hour, tetapi ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour. Analisis berdasarkan metode FIFO (first in first out) pada tahun 2014 dibutuhkan minimum 37 loket check in counter untuk melayani 1.828 penumpang berangkat per jam dan 7 buah baggage claim device untuk malayani 2.058 penumpang datang per jam sedangkan, pada tahun 2024 dibutuhkan minimum 60 loket check in counter dan 11 baggage claim device. Ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour tahun 2014 dan tahun 2024 dengan Level Of Service (LOS) kategori Excellent Level Of Comfort. Adanya kepadatan pada check in counter dan baggage claim terminal 1A, memunculkan rencana maskapai Lion Group akan beroperasi di terminal 1A, 1B dan 1C. Kondisi eksisting dari terminal 1A, 1B dan 1C memiliki 75 check in counter dan 15 baggage claim device, sehingga dengan rencana tersebut dapat mengatasi kepadatan pada check in counter dan baggage claim sampai tahun 2021 dengan asumsi distribusi penumpang yang merata ke terminal 1A, 1B dan 1C. Selain distribusi penumpang yang merata, kepadatan juga dapat diatasi dengan adanya check in online dan pemisahan check in counter dengan bagasi dan tanpa bagasi.

 

Keywords: Baggage Claim; Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta; Check In Counter; Ruang Tunggu Keberangkatan; Terminal Penumpang

Article Metrics: