Normalisasi Sungai Krengseng dalam Mendukung Keberlanjutan Waduk Pendidikan Diponegoro.

*Berlian Swindy  -  Departemen Teknik Sipil Undip, Indonesia
Bernadeta Andini  -  Departemen Teknik Sipil Undip, Indonesia
Suharyanto Suharyanto  -  Departemen Teknik Sipil Undip, Indonesia
Sumbogo Pranoto  -  Departemen Teknik Sipil Undip, Indonesia
Published: 5 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 113 102
Abstract
Sungai Krengseng adalah sungai kecil yang terletak di kawasan pemukiman Tembalang,
Semarang. Sungai Krengseng dijadikan sebagai pemasok air untuk Waduk Pendidikan
Diponegoro, tetapi di kawasan sungai tersebut masih banyak terdapat sampah, serta
beberapa bangunan permanen dan non permanen yang dibangun di area sempadan
sungai. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tingkat kesadaran sebagian masyarakat dalam
pengelolaan sampah dan belum adanya fasilitas pembuangan sampah yang memadai
sehingga dapat memperburuk permasalahan di sekitar Sungai Krengseng. Terlebih ada
sebagian penduduk yang masih membuang sampah dan limbah cair ke sungai. Selain
masalah sampah, ada juga beberapa penampang sungai yang belum mencukupi
menampung debit banjir, sehingga perlu dilakukan perbaikan penampang sungai. Sebagai
pemasok air untuk waduk, sudah seharusnya kelestarian dan kelangsungan fungsi sungai
Krengseng harus dijaga yaitu dengan penataan sempadan sungai dan sosialisasi pada
masyarakat mengenai larangan membuang sampah serta sanksi-sanksi terkait
pembuangan sampah. Salah satu dampak yang timbul akibat tidak terjaganya sempadan
sungai adalah terjadinya pencemaran air dan penghambatan aliran air sungai sehingga
penampang sungai tidak dapat menampung debit banjir pada saat hujan deras. Dari hasil
analisis data curah hujan pada stasiun Simongan, Gunung Pati, Pucang Gading
didapatkan debit banjir rencana periode ulang 25 tahunan Q25= 31,593 m3/det yang
digunakan untuk menganalisis penampang sungai Krengseng. Adapun lebar sungai yang
direncanakan adalah 7 m pada STA 0+50 sampai dengan STA 31+50 dan 5 m pada STA
32 sampai dengan STA 68. Rencana waktu pembangunan yang diperlukan adalah 21
minggu dengan total anggaran Rp. 69.500.000.000 (Enam puluh miliar lima ratus juta
rupiah).
Keywords: Sempadan Sungai; Perbaikan Alur; Banjir; Sungai Krengseng

Article Metrics: