skip to main content

EVLAUASI PROGRAM PEMBERIAN F100, SIROP BESI DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2

*Ade Risma Febriyanti  -  Prodi Gizi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang , Indonesia
Oktia Woro Kasmini Handayani  -  Prodi Gizi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang , Indonesia
Received: 7 Oct 2022; Revised: 5 Dec 2022; Accepted: 6 Dec 2022; Published: 30 Nov 2022.

Citation Format:
Abstract

Based on Riskesdas 2018, the proportion of undernutrition and malnutrition nationally is 17.7%. While in the RPJM 2019 is 17% and RPJM 2020-2024 is 7%. Malnourished children under five years in Rembang Regancy in 2018 was ranked 7th , namely 8.4%. Meanwhile at Rembang 2 health care center in 2020 there were 0.93% and 2021 1.37% malnutrition children. One of the program to resolve malnourised is F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program. The purpose of the study was to evaluate of  F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program for malnourished children under five years in  Rembang 2 Health Care Center using the context, input, prosess, and product (CIPP) method. The research was qualitative with descriptive approach. Informants were selected by purposive sampling consisting of 4 main informants and 5 triangulated informants. Data collection techniques with in-depth interviews and documentation. The instruments used are observation guidelines, interview guidelines, recording devices, and cameras. Analysis data used are data collection, data reduction, data display, and drawing conclutions. The result the implementation of the program with CIPP component had not run optimally and there are discrepancies with the guidelines, such as in determining the target children under five years using BB/U index, limited human resource, lack of parental role, and recepvity low of food in children. The F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program (PMT) seen form context, input, process and product (CIPP) have problems that still need to be fixed, so the program would be maximal.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: Evaluations, program, malnutrition

Article Metrics:

  1. Supariasa. (2012). Penilaian status gizi Revisi
  2. Purwanti, R., Diananingrum, I., Azni, H., Savitri, R. A., Rahmarani, H., & Febrianah, N. (2020). Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 75–80
  3. UNICEF, & WHO. (2018). Levels And Trends In Child Malnutrition, 1–16
  4. Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699
  5. Jayadi, Y. I., Syarfaini, S., Ansyar, D. I., Alam, S., & Sayyidinna, D. A. (2021). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita Pada Masa Pandemi Covid 19 di Puskesmas Kabupaten Gowa. Ai Gizzai: Public Health Nutrition Journal, 89–102
  6. Nurbaiti, L. (2017). Studi Kasus Kualitatif Pelaksanaan Program Pemberian Makan Bayi dan Anak Lima Puskesmas di Lombok Tengah. Jurnal Kedokteran, 6(4), 1. Subarsono, A. G. (2012). Analisis kebijakan publik: konsep, teori dan aplikasi
  7. Subarsono, A. G. (2012). Analisis kebijakan publik: konsep, teori dan aplikasi
  8. Iskandar, I. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(2), 120–125
  9. Kemenkes RI. (2019). Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita
  10. Prawita, A., indra Susanti, A., & Sari, P. (2017). Survei Intervensi Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) di Kecamatan Jatinangor Tahun 2015. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(4)
  11. Hasana, D., & Mukarromah, S. B. (2019). The Evaluation of the Success about House Nutrition in Improvement Nutrition Status in Semarang. Public Health Perspective Journal, 4(2)
  12. Rustam, S. (2012). Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)(Studi Kasus di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan). Universitas Indonesia
  13. Kalundang, D., Mayulu, N., & Mamuaja, C. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Tenaga Pelaksana Gizi dalam Melaksanakan Tugas Program Gizi di Puskesmas Kota Manado. Ikmas, 2(4)
  14. Sugianti, E. (2017). Evaluasi pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada Balita Kurang Gizi di Kabupaten Tuban. CAKRAWALA, 11(2), 217–224
  15. Ernawati, N., & Nurlelawati, E. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan penerapan k3 pada tenaga kesehatan di rsia permata sarana husada periode februari 2015. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 3(1)
  16. Aryani, N. A., & Wahyono, B. (2020). Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) untuk Penderita Balita Gizi Buruk. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(3), 460–470
  17. akti, R. E., Hadju, V., & Rochimiwati, S. N. (2013). Hubungan pola pemberian mp-asi dengan status gizi anak usia 6-23 bulan di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar tahun 2013. Jurnal MKMI K, 21109274, 0–2
  18. Hadiriesandi, M. (2016). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Untuk Balita Gizi Buruk Di Puskesmas Andong Kabupaten Boyolali. Skripsi). Semarang: Universitas Negeri Semarang
  19. Susilowati, E. (2017). Kepatuhan Ibu Balita Berkunjung Ke Posyandu Di Desa Karangrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Bidan Prada, 8(2)
  20. Karlina, D. (2020). Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada Balita Gizi Buruk. Higeia Journal of Public Health, 4(Special 4), 712–721
  21. Al-Rahmad, A. H., Miko, A., & Hadi, A. (2013). Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, status imunisasi dan karakteristik keluarga di Kota Banda Aceh. J Kesehatan Ilmiah Nasuwakes, 6(2), 169–184

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.