skip to main content

HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU JUMANTIK TERHADAP KEPADATAN JENTIK DI WILAYAH BINAAN GERAKAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK PUSKESMAS CANDILAMA KOTA SEMARANG

*Reyzi Hanandita Nariswara  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Yuliawati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Nissa Kusariana  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hestiningsih  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang telah banyak dilakukan upaya pengendalian penularannya, namun penularan penyakit ini tetap terjadi. Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh virus dengue melalui nyamuk betina jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Angka kejadian dan angka kematian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang tahun 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pembentukan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GSRSJ) oleh Pemerintah Kota Semarang belum efektif dengan adanya wilayah Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik yang memiliki Angka Bebas Jentik (ABJ) yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor perilaku jumantik dengan kepadatan larva di wilayah binaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik Puskesmas Candilama Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2020. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh jumantik di wilayah binaan Puskesmas Candilama. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data yang berasal dari dinas Kesehatan Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah faktor perilaku yang berhubungan dengan kepadatan jentik adalah pengetahuan (p-value = 0,02), sikap (p-value = 0,01), dan praktek (p-value = 0,00). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku merupakan faktor-faktor perilaku jumantik yang berhubungan dengan kepadatan jentik di wilayah binaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik Puskesmas Candilama Kota Semarang.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU JUMANTIK TERHADAP KEPADATAN JENTIK DI WILAYAH BINAAN GERAKAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK PUSKESMAS CANDILAMA KOTA SEMARANG
Subject
Type Research Instrument
  Download (195KB)    Indexing metadata
Keywords: Aedes aegypti; Angka Bebas Jentik; DBD

Article Metrics:

  1. Candra A. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator: Journal of Vector Borne Diseases Studies. 2010;2(2):110–9
  2. Kinansi RR, Widjajanti W, Ayuningrum FD. Kepadatan Jentik Vektor Demam Berdarah Dengue Di Daerah Endemis Di Indonesia (Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah Dan Papua). Jurnal Ekologi Kesehatan. 2017;16(1):1–9
  3. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Demam Berdarah Dengue Indonesia. Pertama. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2019. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2019
  5. Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2019
  6. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Data Demam Berdarah Dengue [Internet]. 2020 [cited 2020 Mar 17]. Available from: http://119.2.50.231/hews/#rkp_kasus2
  7. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Petunjuk Teknis Implementasi PSN 3M-PLUS Dengan GERAKAN 1 RUMAH 1 JUMANTIK. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016
  8. Alifariki LO. Hubungan Karakteristik Kontainer dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran. 2017;5(1):388–93
  9. Rusdiyanti M, Amanulloh M, Krisdayanti E. Metode Survei Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Dengan Pengukuran Density Figure. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2019;1(1):109–14
  10. Wahyuni T. Monitoring Populasi Nyamuk Aedes Aegypti L. Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Kes Mas. 2012;6(1):13–8
  11. Athaillah F, Hanafiah M, Gumilar A, Fahrimal Y, Karmil TF, Asmilia N. Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes spp Di Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. JIMVET. 2019;3(4):224–31
  12. Setiyaningsih R, Pujiyanti A, Hidajat MC, Lasmiati L. Distribusi dan Karakteristik Tempat Perkembangbiakan Aedes aegypti serta Perilaku Masyarakat di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Salatiga. ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies. 2018;10(2):83–92
  13. Budiyanto A. Perbedaan warna kontainer berkaitan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia. 2012;1(2):65–71
  14. Rau M, Nurhayati S. Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegepty di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara (Cross Sectional Study di Sulawesi Tengah, Kota Palu). The Indonesian Journal of Health Promotion. 2020;3(3):212–22
  15. Sanad SM, Suryani D, Cenderadewi M. Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Demam Berdarah Dengue dengan Tingkat Kepadatan Jentik di Kelurahan Monjok Timur Kota Mataram. Jurnal Kedokteran. 2016;5(2):20–4
  16. Simaremare AP, Simanjuntak NH, Simorangkir SJ V. Hubungan Pengetahuan , Sikap , dan Tindakan terhadap DBD dengan Keberadaan Jentik di Lingkungan Rumah Masyarakat Kecamatan Medan Marelan Tahun 2018 Community Behaviour on DHF in Relationship With Mosquito Larvae Presence in Marelan District Area of Medan. Jurnal Vektor Penyakit. 2020;14(1):1–8
  17. Karyus A, Aziza N. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Jumantik Di Wilayah Kerja Puskesmas Segala Mider Lampung Tengah Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. 2020;1(1):1–10
  18. Saleh M, Aeni S, Gafur A, Basri S. Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Pancana Kab. Barru. HIGIENE. 2018;4(2):93–8
  19. Fitrianingsih. Survey Jentik Nyamuk Dan Pemberian Bubuk Abate Di Bak Mandi Warga Rt 03 Rw 03 Desa Mrican Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Journal Bio Education. 2019;4(1):33–40
  20. Salim M, Yahya, Wurisastuti T. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Baturaja Lama Dan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku), Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2017;16(2):82–92

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.