skip to main content

PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT PADA CALON PENGANTIN PEREMPUAN YANG BERNIAT MENIKAH USIA DINI DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2020

*Niki Ayu Kusumaning Pertiwi  -  Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Besar Tirto Husodo  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 10 Dec 2020; Published: 17 May 2021.

Citation Format:
Abstract

One of the factors of the high-risk pregnancy complication is caused by the young age of pregnant women (<20 years old). Lack of knowledge about complications of high-risk pregnancy caused the high number of complication pregnancy cases of adolescent girls in Sumowono, Bandungan, Bergas, and Jambu districts. This research aimed to describe how the practice of healthy pregnancy planning in adolescent girls who get early married. The method of this research was analytic quantitative with a cross-sectional design. The populations were 50 women bride-to-be that less than 19 years old who registered in KUA Sumowono, KUA Bandungan, KUA Bergas, dan KUA Jambu and will marry in August and September 2020. The samples were 50 women bride-to-be were selected using total population sampling. This research used univariate and bivariate analysis. The result of  univariate analysis showed that most of the respondents were aged 18 years old, respondent’s education are a senior high school, respondent’s income is low income, and respondent’s occupation is laborer. The result of the chi-Square test showed that there is a relation between knowledge (p=0.000), attitude (p-value=0.013), and access to information (p-value=0.007) with the practice of healthy pregnancy planning. Meanwhile, there is no relation between family support (p=0.661), health worker support (p=0.490), future husband support (p=0.793), respondents’s age (p=0.302), respondent’s occupation (p=0.058), respondent’s education (p=0.963), respondent’s income (p=0.851), father’s education (p=0.011), mother’s education (p=0.960), father’s occupation (p=0.413), mother’s occupation (p=0.485), father’s income (p=0.902), and mother’s income (p=0.767).

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (130KB)    Indexing metadata
Keywords: high-risk pregnancy; healthy pregnancy; planning; adolescent girl; early married

Article Metrics:

  1. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile 2018], http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-2018.pdf (2019)
  2. Badan Pusat Statistik. Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. 2020
  3. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Undang-undang (UU) tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 2019; 2–6
  4. Putri G, Winarni S, Dharmawan Y. Gambaran Umur Wus Muda Dan Faktor Risiko Kehamilan Terhadap Komplikasi Persalinan Atau Nifas Di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.2017; 5: 150–157
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Kinerja Kesehatan Masyarakat Tahun 2017. 2017; 10
  6. Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Profil Kesehatan Kabupaten Semarang. 2019
  7. Herizasyam J. KESIAPAN IBU MENGHADAPI KEHAMILAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA. jitek [Internet]. 30Mar.2016 [cited 30Nov.2020];3(2):147-59. Available from: http://www.ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/67
  8. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012
  9. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Pelaksanaan Komunikasi Informasi Dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Bagi Calon Pengantin. 2015
  10. Fitriani E, Joewono HT, Maramis MM. Umur Istri dan Dukungan Keluarga Merupakan Faktor yang Paling Memengaruhi Penundaan Kehamilan PPada Pernikahan Remaja Usia 14-19 Tahun di 2 Kabupaten Provinsi Gorontalo. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.2019
  11. Krisprimada NH, Kusumaningrum T. Kusumaningrum, A.Nastiti. Analisis Faktor Niat Pengambilan Keputusan Dalam Menentukan Jarak Kehamilan Pada Ibu Primipara Di Puskesmas Mulyorejo Surabaya
  12. Nurscope Jurnal Keperawatan Pemikiran Ilmiah. 2019; 5: 23–31
  13. Wulandari S. Hubungan Faktor Agama dan Kepercayaan dengan Keikutsertaan KB IUD di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Prosidings Unimus.2016; 427–431
  14. Astuti S, Susanti AI, Elista R. Gambaran Paparan Asap Rokok Pada Ibu Hamil Berdasarkan Usia Kehamilan Di Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jurnal Sistem Kesehatan UNPAD. 2016; 2: 22–27
  15. Harti LB, Kusumastuty I, Hariadi I. Hubungan Status Gzi dan Pola Makan terhadap Penambahan Berat Badan Ibu Hamil. Indonesian Journal of Human Nutrition. 2016; 3: 54–62
  16. Khafidhoh N, Widjanarko B. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perawatan Kehamilan Usia Dini Di Pantai Utara Kabupaten Kendal. Jurnal Kebidanan. 2018; 7: 50
  17. Murdiati A, Jati S. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Hamil Dalam Merencanakan Persalinan Untuk Pencegahan Komplikasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia [Online]. 2017 Jan;12(1):115-133
  18. Haryani R. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Terjadinya Resiko Kehamilan Usia Dini. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2017; 5: 42–51
  19. Hitatami E, Lestari B, Susanto H, et al. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi melalui Layanan Pesan Singkat terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil. Indonesian Journal of Education And Midwifery Care Padjadjaran University. 2014; 1
  20. Sriatmi A, Suwitri S, Shaluhiyah Z, et al. Dapatkah Kelas Ibu Hamil Model Virtual Meningkatkan Praktik Pencegahan Risiko Tinggi Kehamilan ? Media Penelitan dan Pengembangan Kesehatan. 2020; 30: 1–14
  21. Marliana Y, Garna H, Nugraha GI. Hubungan Pendidikan, Sumber Informasi Metode Kontrasepsi, dan Dukungan Keluarga dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Pasangan Usia Subur Berusia <20 Tahun. e-journal Poltekkes Mataram. 2015; 1–11
  22. Astuti AB, Santosa SW, Utami MS. Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Penyesuain Diri Perempuan pada Kehamilan Pertama. Jurnal Psikoogil UGM. 2015; 84–95
  23. Kurniasari L. Hubungan Motivasi dan Dukungan Keluarga Ibu Hamil dengan Pencegahan Risiko Tinggi Kehamilan di Puskesmas Rawasari Tahun 2016. Scientia Jurnal.2016; 5: 193–199

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.