FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA SISWA SMA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2016

Suyatno Suyatno  -  , Indonesia
Martha Irene Kartasurya  -  , Indonesia
Published: 25 Apr 2017.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Gizi Kesehatan Masyarakat
Full Text:
Statistics: 786 641
Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan pada dasa warsa terakhir dari 7,6% pada tahun 2007 menjadi 9,5% pada tahun 2013. Terdapat kecenderungan hipertensi pada kelompok umur muda (remaja). Prevalensi hipertensi pada remaja di Indonesia sebesar 5,3% pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi pada siswa SMA di kota Semarang. Desain penelitian adalah kasus kontrol berpasangan berdasarkan jenis kelamin dan kelas. Jumlah responden adalah 70 siswa dipilih dengan teknik purpose sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square dan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12% (37 dari 308 siswa) di SMA Islam Hidayatullah menderita hipertensi. Faktor risiko kejadian hipertensi adalah asupan natrium berlebih (OR=6,6; 95%CI=1,33-32,84; p=0,011), aktivitas fisik ringan (OR=10,074; 95% CI=1,19-85,57; p=0,028) dan obesitas (OR=28,632; 95% CI=3,52-233,07; p=0,000). Asupan karbohidrat berlebih (OR=1,000; 95%CI=0,13-7,53; p=1,000) dan asupan lemak berlebih (OR=1,133; 95%CI=0,43-3,01; p=0,803) bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi. Hasil analisis regresi logistik, obesitas (OR= 24,449; 95% CI=2,88-207,83; p=0,003) dan asupan natrium berlebih (OR=14,752; 95%CI=1,58-137,53; p=0,018) berhubungan dengan hipertensi. Disarankan untuk Unit Kesehatan Siswa agar mempromosikan konsumsi makanan rendah garam dan melalkukan monitoring tekanan darah secara teratur.

Keywords
Hipertensi, Asupan, Aktifitas Fisik, Obesitas, SMA

Article Metrics: