KEBUTUHAN DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI AKTOR TEATER EMKA (EMPER KAMPUS) FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO

*Roosiati Nurachma  -  Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro., Indonesia
Sri Ati  -  Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro., Indonesia
Received: 13 Oct 2015; Published: 13 Oct 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 129 127
Abstract

Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi Aktor Teater Emka (Emper Kampus) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, 2015. Skripsi ini membahas tentang kebutuhan informasi dan perilaku pencarian informasi aktor Teater Emka Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan metode tersebut peneliti melakukan olah data yang dikumpulkan di lapangan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengolahan data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Wawancara dilakukan kepada delapan informan berdasarkan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kebutuhan informasi aktor Teater Emka meliputi kebutuhan pementasan dan keaktoran, serta kebutuhan informasi sehari – hari. Bentuk informasi yang dicari berupa informasi lisan dan tulisan yang didapat dari sumber informasi hidup dan sumber informasi mati. Informasi digunakan saat pementasan dan kegiatan sehari – hari. Aktor Teater Emka berperilaku mencari informasi dengan motivasi agar akting yang dilakukan di panggung tidak mentah, yaitu detail dalam penggambaran latar belakang, ciri fisik, dan psikis tokoh. Proses pencarian informasi yang dilakukan aktor Teater Emka berupa bedah naskah, observasi dan riset, mencari referensi, diskusi, penyajian dan evaluasi. Dalam melakukan pencarian infomasi aktor Teater Emka memiliki hambatan internal dan eksternal, yaitu kurang tekunnya aktor dalam melakukan kegiatan mencari informasi sebagai hambatan internal dan naskah sulit dipahami, waktu tidak cukup, miskomunikasi dengan sutradara, sulit menemukan obyek sebagai hambatan eksternal.

Keywords: aktor teater; kebutuhan informasi; pencarian informasi; perilaku informasi; teater emka

Article Metrics: