BibTex Citation Data :
@article{JIP59368, author = {Amalia Meyliyanti and Masyrisal Miliani Miliani and Rory Ramayanti}, title = {Hard Skill Pustakawan dalam Menunjang Transformasi Digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jambi}, journal = {Jurnal Ilmu Perpustakaan}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {hard skill; pustakawan; transformasi digital; perpustakaan perguruan tinggi}, abstract = { Transformasi digital menuntut pustakawan untuk memiliki hard skill yang memadai dalam mengelola sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hard skill pustakawan, kendala yang dihadapi, serta upaya peningkatannya dalam menunjang transformasi digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jambi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala perpustakaan, tiga orang pustakawan, dan pemustaka yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mengacu pada model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Acuan analisis menggunakan lima indikator kompetensi dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2016, yaitu pengorganisasian bahan perpustakaan berbasis sistem, penyelenggaraan layanan perpustakaan digital, pelestarian informasi digital, penerapan sistem informasi perpustakaan, dan manajemen perpustakaan berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan telah menguasai kemampuan operasional dasar, seperti pengoperasian SLiMS, pengelolaan OPAC, dan penginputan metadata, namun belum menguasai kompetensi lanjutan seperti pengelolaan repositori digital, validasi dan alih data bibliografis, layanan multimedia, serta perencanaan strategis layanan berbasis teknologi. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi teknologi informasi, minimnya dukungan infrastruktur, keterbatasan jumlah sumber daya manusia, dan rendahnya literasi digital pemustaka. Upaya peningkatan dilakukan melalui pelatihan, workshop , pembelajaran mandiri, penguatan infrastruktur, serta pendampingan pemustaka, meskipun masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan program pengembangan kompetensi pustakawan yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai langkah strategis mendukung keberhasilan transformasi digital perpustakaan perguruan tinggi. }, issn = {3109-2535}, doi = {10.14710/jip.v15i2.%p}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/59368} }
Refworks Citation Data :
Transformasi digital menuntut pustakawan untuk memiliki hard skill yang memadai dalam mengelola sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hard skill pustakawan, kendala yang dihadapi, serta upaya peningkatannya dalam menunjang transformasi digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jambi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala perpustakaan, tiga orang pustakawan, dan pemustaka yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mengacu pada model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Acuan analisis menggunakan lima indikator kompetensi dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2016, yaitu pengorganisasian bahan perpustakaan berbasis sistem, penyelenggaraan layanan perpustakaan digital, pelestarian informasi digital, penerapan sistem informasi perpustakaan, dan manajemen perpustakaan berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan telah menguasai kemampuan operasional dasar, seperti pengoperasian SLiMS, pengelolaan OPAC, dan penginputan metadata, namun belum menguasai kompetensi lanjutan seperti pengelolaan repositori digital, validasi dan alih data bibliografis, layanan multimedia, serta perencanaan strategis layanan berbasis teknologi. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi teknologi informasi, minimnya dukungan infrastruktur, keterbatasan jumlah sumber daya manusia, dan rendahnya literasi digital pemustaka. Upaya peningkatan dilakukan melalui pelatihan, workshop, pembelajaran mandiri, penguatan infrastruktur, serta pendampingan pemustaka, meskipun masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan program pengembangan kompetensi pustakawan yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai langkah strategis mendukung keberhasilan transformasi digital perpustakaan perguruan tinggi.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats