BibTex Citation Data :
@article{JIP58056, author = {Maily Sangadah and Hulasotul Khiqmah}, title = {Analisis Upaya Preservasi Koleksi di Perpustakaan Cita Ganesha SMA Negeri 1 Purbalingga}, journal = {Jurnal Ilmu Perpustakaan}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {preservasi koleksi; perpustakaan sekolah; preservasi preventif; preservasi kuratif; pelestarian bahan pustaka}, abstract = { Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan literasi sehingga keberlangsungan koleksi perlu dijaga melalui kegiatan preservasi. Kerusakan koleksi yang disebabkan oleh faktor lingkungan, biologis, maupun penggunaan oleh pemustaka dapat mengurangi fungsi koleksi sebagai sumber informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya preservasi koleksi di Perpustakaan Cita Ganesha SMA Negeri 1 Purbalingga serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preservasi koleksi telah dilakukan melalui preservasi preventif dan kuratif. Preservasi preventif meliputi pengendalian lingkungan, pemeliharaan kebersihan, pengendalian hama, serta penerapan aturan penggunaan koleksi. Sementara itu, preservasi kuratif dilakukan melalui penjilidan ulang koleksi yang rusak dan penggantian koleksi yang tidak lagi layak digunakan. Perpustakaan juga menyediakan koleksi digital sebagai alternatif akses informasi, meskipun pemanfaatannya masih rendah. Kendala yang ditemukan meliputi belum adanya petugas khusus preservasi, keterbatasan pelatihan bagi pustakawan, belum tersedianya sistem mitigasi bencana yang memadai, serta masih adanya kerusakan koleksi akibat penggunaan intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa preservasi koleksi telah dilaksanakan, namun belum didukung oleh sistem preservasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan SOP preservasi, peningkatan kompetensi pustakawan, dan penguatan kesiapsiagaan bencana untuk mendukung keberlanjutan koleksi. }, issn = {3109-2535}, doi = {10.14710/jip.v15i2.%p}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/58056} }
Refworks Citation Data :
Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan literasi sehingga keberlangsungan koleksi perlu dijaga melalui kegiatan preservasi. Kerusakan koleksi yang disebabkan oleh faktor lingkungan, biologis, maupun penggunaan oleh pemustaka dapat mengurangi fungsi koleksi sebagai sumber informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya preservasi koleksi di Perpustakaan Cita Ganesha SMA Negeri 1 Purbalingga serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preservasi koleksi telah dilakukan melalui preservasi preventif dan kuratif. Preservasi preventif meliputi pengendalian lingkungan, pemeliharaan kebersihan, pengendalian hama, serta penerapan aturan penggunaan koleksi. Sementara itu, preservasi kuratif dilakukan melalui penjilidan ulang koleksi yang rusak dan penggantian koleksi yang tidak lagi layak digunakan. Perpustakaan juga menyediakan koleksi digital sebagai alternatif akses informasi, meskipun pemanfaatannya masih rendah. Kendala yang ditemukan meliputi belum adanya petugas khusus preservasi, keterbatasan pelatihan bagi pustakawan, belum tersedianya sistem mitigasi bencana yang memadai, serta masih adanya kerusakan koleksi akibat penggunaan intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa preservasi koleksi telah dilaksanakan, namun belum didukung oleh sistem preservasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan SOP preservasi, peningkatan kompetensi pustakawan, dan penguatan kesiapsiagaan bencana untuk mendukung keberlanjutan koleksi.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats