KEBUTUHAN DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENELITI: STUDI KASUS DI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

*Widyana Dewi Kartika  -  Program Studi Ilmu Perpustakaan, Indonesia
Bahrul Ulumi  -  , Indonesia
Published: 7 Oct 2012.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 851 912
Abstract
Skripsi ini berjudul “Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi Peneliti: Studi Kasus di Mahkamah Konstitusi”. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan mengenai kebutuhan informasi para peneliti, perilaku pencarian informasi para peneliti dan kendala yang dihadapi para peneliti dalam melakukan pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penulis melakukan wawancara mendalam terhadap 5 orang peneliti yang dipilih oleh bagian Puslitka (Pusat Penelitian dan Pengkajian) berdasarkan teknik purposive sampling.
Hasil dari penelitan ini yaitu perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh peneliti sebagian besar sama dengan menggunakan sumber informasi yang ada di Mahkamah Konstitusi seperti perpustakaan dan jurnal yang dilanggan oleh Mahkamah Konstitusi (Hein-online dan Westlaw) untuk memenuhi kebutuhan informasi peneliti dalam membantu hakim Konstitusi membuat kajian, telaahan maupun resume terhadap perkara yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut, peneliti melakukan pencarian informasi secara berkelanjutan seperti model pencarian informasi David Ellis, karena pencarian informasi tersebut tidak hanya dilakukan secara berkelanjutan tetapi dipengaruhi oleh kondisi psikologi peneliti, demografis serta karakteristik sumber informasi yang ada di Mahkamah Konstitusi maupun diluar Mahkamah Konstitusi maka muncul juga model pencarian informasi Wilson. Kendala yang dihadapi oleh peneliti dalam pemenuhan kebutuhan dan pencarian informasi sebagian besar disebabkan oleh banyaknya perkara yang ada di Mahkamah Konstitusi dan ketersediaan koleksi di perpustakaan yang masih kurang mendukung peneliti dalam membuat kajian terhadap perkara. Hal ini yang membuat peneliti termotivasi dalam mencari informasi lain untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu perkara di Mahkamah Konstitusi.
Keywords: Kebutuhan Informasi; Penelusuran Informasi; Information Need; Information Retrieval

Article Metrics: