Kontribusi Arsip Dalam Proses Penentuan Perlindungan Indikasi Geografis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Salak Pondoh di Kabupaten Sleman

*Nida Ul Jannah  -  Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Ary Setyadi  -  Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 23 Dec 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Abstract
Penelitian dengan judul Kontribusi Arsip dalam Proses Penentuan Perlindungan Indikasi Geografis Hak Kekayaan
Intelektual (HKI) Salak Pondoh di Kabupaten Sleman ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi arsip dalam proses
penentuan perlindungan indikasi geografis hak kekayaan intelektual (HKI) salak pondoh bagi komunitas KPIG-SP di
Kabupaten Sleman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara semi terstruktur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis tematik (thematic analysis). Pendaftaran hak kekayaan intelektual indikasi geografis salak pondoh
Sleman adalah pendaftaran pertama produk indikasi geografis di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kontribusi arsip sebagai salah satu sumber informasi menjadi suatu hal yang penting, karena setiap hasil kegiatan
kerja yang dilakukan akan menjadi acuan untuk proses pemenuhan syarat selanjutnya, dan hal ini juga akan menjadi
pertimbangan dimasa yang akan datang untuk mengahadapi masalah yang muncul akibat dari proses kegiatan itu sendiri.
Arsip dinamis di KPIG-SPS sebagian besar berbentuk kertas, tidak tersedianya arsip dinamis saat diperlukan untuk
proses pengajuan perlindungan perlindungan HKI akan memiliki dampak diantaranya proses pengajuan perlindungan
HKI indikasi geografis berlangsung lama. Arsip dinamis tercipta dari proses pemenuhan syarat indikasi geografis.
Penciptaan arsip ini perlu melibatkan adanya lembaga dan sumber daya manusia yang sesuai bidang. Kontribusi arsip
juga berperan dalam keberlanjutan pemeliharaan pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
Keywords: indikasi geogafis; kontribusi arsip; salak pondoh Slem

Article Metrics:

  1. Bungin, B. (2017). Penelitian Kualitatif: Komunikasi
  2. Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial
  3. Lainnya. Jakarta: Kencana.
  4. Creswell, P. D., Meiman, J. G., etc. (2015). Exposure to
  5. elevated carbon monoxide levels at an indoor
  6. ice arena—Wisconsin, 2014. Morbidity and
  7. Mortality Weekly Report, 64 (45), 1267-1270.
  8. Herdiansyah, Haris. (2012). Metodologi Penelitian
  9. Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta
  10. Selatan: Salemba Humanika.
  11. Heriyanto. (2018). Thematic Analysis sebagai Metode
  12. Menganalisa Data untuk Penelitian Kualitatif.
  13. Anuva, 2, 317-324..
  14. Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan.
  15. Jakarta: Rineka Cipta.
  16. Raco, Richard J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif.
  17. Jakarta: Grasindo, 2010
  18. Rahardjo, Mudjia. (2010). Nalar Dasar Penelitian
  19. Kualitatif dan Kuantitatif. Diakses tanggal 28
  20. Juli 2019, dari https://www.uinmalang.
  21. ac.id/r/101001/nalar-dasar-penelitiankualitatif-
  22. dan-kuantitatif.html
  23. Rumani, S., Access, O., & Yuridis, T. (2014). Tinjauan
  24. Yuridis Pelaksanaan Hak Cipta dalam OpenAccess Informasi. Indonesian Journal of
  25. Academik Librarianship. 5(2), 111–123.
  26. Satoto, K. I., Rochim, A. F., Christyono, Y., Handayani, T., Taufiq, A., & Suharso, P. (2011). Studi Perbaikan Pengelolaan Perpustakaan dan
  27. Sistim Pengelolaan Arsip & Dokumen di PT Badak NGL. Jurnal Sistem Komputer, 1(1), 21–30.
  28. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian dan
  29. Pengembangan Bandung: Alfabeta.
  30. Yunus, Hadi Sabari. (2010). Metodologi Penelitian
  31. Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka
  32. Pelajar.