Studi Eksperimen Penggunaan Infografis Sebagai Media Pendidikan Pemakai di Perpustakaan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

*Angelia Selma Ananda  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Athanasia Octaviani Puspita Dewi  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 23 Dec 2019.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penggunaan infografis sebagai media pendidikan pemakai di
Perpustakaan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif dengan menggunakan true eksperimental design dalam bentuk two group pretest – posttest
design, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 126 responden. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan analisis statistik inferensial dengan metode statatistik parametrik. Hasil dari penelitian ini
menunjukan bahwa studi eksperimen infografis sebagai media pendidikan pemakai yang diperoleh dari uji
normalitas menghasilkan chi kuadrat hitung < chi kuadrat tabel atau -199,961 < 152,094 untuk nilai pretest
dan -229,544 < 152,094 untuk nilai posttest. Jadi dapat dikatakan data pretest dan posttest berdisribusi
normal; uji homogenitas menghasilkan signifikasi (Sig.) < Ftabel atau 1,625 < 3,920. jadi data yang
didapatkan merupakan data homogen; uji T Paired Sample t test menghasilkan Thitung = 11,726 dan Ttabel =
1,979 atau 11,726 > 1,979. Maka dapat disimpulkan Ha diterima; Korelasi Pearson (Pearson Product
Moment Correlation) menghasilkan Rhitung > Rtabel atau 0,656 > 0,175, maka Ha diterima. Maka dapat
disimpulkan Ha diterima; regresi linear menghasilkan Ftc < Ftl atau 0,125 < 2,97, maka data dikatakan
datanya linear. Sehingga dapat disimpulkan bahwa studi eksperimen penggunaan infografis sebagai media
pendidikan pemakai di Perpustakaan SMA Stella Duce 2 Yogykarta berpengaruh dan efektif bagi responden.
Keywords
true eksperimental design; infografis; media pendidikan pemakai

Article Metrics:

  1. Arigia, Muhammad Bintang. (2016). Infografis
  2. sebagai Media Pendidikan pemakai dalam
  3. Meningkatkan Pemahaman dan Ketertiban Publik
  4. Bank Indonesia. Jurnal Komunikasi. Vol. 8, No. 2.
  5. Cifci, Taner. (2016). Effects of Infographics on
  6. Students Achievement and Attitude towards
  7. Geography Lessons. Vol. 5, No. 1.
  8. Creswell, John W. (2017). Terjemahan Research
  9. Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuanttatif,
  10. dan Campuran .Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  11. Febrianto, Saptodewo.(2014). Desain Infografis
  12. sebagai Penyajian Data Menarik. Jakarta :
  13. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta
  14. PGRI.
  15. Jakni. (2016). Metodologi Penelitian Eksperimen.
  16. Bandung : Alfabeta.
  17. Lankow, J., Ritchie, J., & Crooks, R. (2012).
  18. infographics the power of visual storytelling. USA:
  19. John Wiley & Sons, Inc.
  20. Lasa H.S. (2007). Manajemen Perpustakaan
  21. Sekolah. Jakarta: Pinus
  22. Krum, R. (2013). Cool Infographics: Effective
  23. Communication with Data Visualization and
  24. Design. John Wiley & Sons.
  25. Pendit, Putu Laxman. (2003). Penelitian Ilmu
  26. Perpustakaan dan Informasi : Suatu Pengantar
  27. Diskusi Epistemologi dan Metodologi. Jakarta :
  28. Kumandang.
  29. Petterson R. (2002). Desain Informasi: Sebuah
  30. Pengantar. Eskilstuna: John Benjamins Publishing
  31. Co.
  32. Soebdibyo, Noerhayati, (1987). PengelolaanSuharto, R dan Sumarsih. (2001). Pendidikan
  33. pemakai Sebagai Salah Satu Pemasaran Untuk
  34. Meningkatkan Pelayanan Jasa Informasi di
  35. Perpustakaan”. Buletin Perpustakaan. No.37.
  36. Suhendar, Yaya, dan Pawit M. Yusuf, (2007).
  37. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah.
  38. Jakarta: Kencana.
  39. Sugiyono, (2010). Metode Penelitian Kuantitatif,
  40. Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabeta.
  41. Perpustakaan, Bandung: PT. Alumni.