Pengolahan Koleksi Fiksi Terhadap Temu Kembali Informasi di Kantor Perpustakaan Institut Français Indonésie Yogyakarta

*Machmud Iskhandar  -  Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Yuli Rohmiyati  -  Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 20 Mar 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Perpustakaan memiliki tugas serta mengolahnya agar dapat disajikan kepada pengguna sehingga koleksi
tersebut dapat bermanfaat bagi pengguna perpustakaan. Penilitian ini mengkaji tentang Analisis
Pengolahan Koleksi Fiksi Terhadap Temu Kembali Informasi bertujuan untuk mengetahui proses
pengolahan koleksi fiksi terhadap temu kembali informasi di Perpustakaan Institut Français Indonésie
Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan
penelitian berjumlah 3 orang yang meliput 1 pustakawan dan 2 pemustaka dengan penentuan informan
menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan
wawancara. Berdasarkan analisis data pada hasil wawancara diketahui bahwa kegiatan pengolahan
koleksi fiksi terhadap temu kembali informasi di Kantor Perpustakaan Institut Français Indonésie
Yogyakarta yang meliputi kegiatan (1) pemeriksaan bahan koleksi fiksi (2) inventaris (3) katalogisasi
(4) klasifikasi (5) kelengkapan koleksi fiksi (6) shelving. Kegiatan proses temu kembali informasi
menggunakan sistem paprika, penelusuran dengan dua kata kunci dalam judul dan pengarang untuk
memudahkan pemakai dalam proses temu kembali informasi. Adapun kendala yang dihadapi Kantor
Perpustakaan Institut Français Indonésie Yogyakarta adalah klasifikasi tidak seperti bahan pustaka
lainnya yang tidak mengacu pada peraturan Anglo American Cataloguing Rules 2nd .
Keywords: pengolahan; koleksi fiksi; temu kembali informasi; perpustakaan khusus; Perpustakaan Institut Français Indonésie Yogyakarta

Article Metrics:

  1. Anglo – American Catalouging Rules. 2002. 2nd ed
  2. Chichago: American Library Association
  3. Arikunto, (2006). Prosedur Penelitian Suatu
  4. Pendekatan Praktek. Jakarta PT. Rineka Cipta
  5. Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2009). SNI
  6. -2009 Tentang Perpustakaan Khusus Instansi
  7. Pemerintah Jakarta: BSN
  8. Creswell, John W. (2014). Research Design:
  9. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed
  10. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  11. Emzir. (2012). Metode Penelitian Pendidikan
  12. Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:
  13. Rajagrafindo Persada
  14. Ghony, M. Djunaidi. (2012). Metode Penelitian
  15. Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  16. Hamakonda. (2006). Pengantar Klasifikasi
  17. Persepuluhan Dewey. Jakarta : Gunung Mulia
  18. Hardjoprakoso, Mastini (1992). Pengolahan Bahan
  19. Pustaka Perpustakaan. Jakarta: Balai
  20. Pustaka
  21. Hasugian. (2006). Penelusuran Informasi Ilmiah Secara
  22. Online: Perlakuan Terhadap Seorang Pencari
  23. Informasi Sebagai Real User. Jurnal Studi
  24. Perpustakaan dan Imformasi, Vol.2, No.1
  25. http://puslit2.petra.ac.id./view/17220 Diakses
  26. pada 26 Agustus 2016
  27. IFI LIB. Profil Perpustakaan IFI Yogyakarta
  28. http:www.ifi-id.com/Yogyakarta/tentang – kami
  29. diakses tanggal 3 juni 2017
  30. Kusmayadi. (2006). Kajian Online Public Acces
  31. Catalogue (OPAC) Dalam Pelayanan
  32. Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi
  33. Pertanian. Bogor: Pusat Perpustakaan dan
  34. Penyebaran Teknologi Pertanian. Jurnal
  35. Perpustakaan Pertanian, Vol. 15, Nomor 2, 2006,
  36. pustaka.litbang.pertanian.publikasi/
  37. Meilina Bustari . (2000). Manajemen Perpustakaan
  38. Yogyakarta: UNY
  39. Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. (1992)
  40. Analaisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang
  41. Metode – Metode Baru. Jakarta: UIP
  42. Moleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif,
  43. Bandung: Remaja Media
  44. Muhardi dan Hasanuddin. (1992). Prosedur Koleksi
  45. Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada
  46. Mukhtar. (2013). Metode Penelitian Deskriftif
  47. Kualitatif. Jakarta: GP Press Group
  48. Nashihuddin, Wahid. (2015). “Panduan Penjajaran
  49. Koleksi Perpustakaan (Shelving)”. LIPI, Pusat
  50. Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga
  51. Pengetahuan Indonesia. Ppl152065.pdf. Diakses
  52. pada 13 September 2017
  53. Nazir. (2005). Metode Penelitian. Bogor Selatan:
  54. Ghalia Indonesia
  55. Rahayuningsih. (2007). Pengelolaan Perpustakaan
  56. Yogyakarta: Graha Ilmu
  57. Reitz. (2004). “Dictionary for Library and information
  58. Science”. London : Librarries Unlimitied
  59. Sumber http://vlado fmf. Uniij.si/pub/network/data/dic/odlis. Pdf Diakses pada
  60. Agustus 2018
  61. Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang No.43
  62. Tentang Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan
  63. Nasional Republik Indonesia
  64. Rohana Dewi, (2008). “Pengolahan Bahan Pustaka”,
  65. Jurnal Pustaka Sriwijaya. Diakses pada 10
  66. September 2017
  67. Soeatminah.(1992) Perpustakaan Kepustakawanan dan
  68. Pustakawan. Yogyakarta : Kanisius
  69. Soedibyo,Noerhayati. (1988). Pengelolaan
  70. Perpustakaan. Bandung: P.T. Alumni. University
  71. Press
  72. Sofyan. (2010). Sistem Temu Kembali Informasi Pada
  73. Perpustakaan Sekolah SMA NEGERI 1 MAUK
  74. Tangerang Fakultas Adab dan Humaniora”,
  75. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif
  76. Hidayatullah Jakarta
  77. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitaif dan
  78. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  79. _______. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta:
  80. Rineka Cipta
  81. Sulistyo-Basuki. (1993). Pengantar Ilmu Perpustakaan
  82. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  83. Sutarno NS.(2004). Manajemen Perpustakaan. Jakarta:
  84. Samitra Media Utama
  85. ________. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat
  86. Jakarta: Sagung Seto Sutarno
  87. Wahyuni. (2012). Qualitative Research Method (theory
  88. and practice). Jakarta: Salemba Empat
  89. Yusuf, Pawit. M. (2010). Pedoman Penyelenggaraan
  90. Perpustakaan Sekolah . Jakarta : Kencana