Jurnal Ilmu Perpustakaan
BibTex Citation Data :
@article{JIP14834, author = {Morlan Hutapea and Ika Krismayani}, title = {PERSEPSI PUSTAKAWAN TENTANG SERTIFIKASI PUSTAKAWAN DI UPT PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG (Polines)}, journal = {Jurnal Ilmu Perpustakaan}, volume = {3}, number = {3}, year = {2014}, keywords = {persepsi, pustakawan, UPT perpustakaan politeknik negeri semarang, sertifikasi pustakawan.}, abstract = { Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi pustakawan tentang sertifikasi pustakawan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pustakawan tentang sertifikasi pustakawan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Hasil dari penelitian ini, dapat menyimpulkan bahwa Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang menyatakan “menerima” adanya sertifikasi pustakawan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah untuk pustakawan agar pustakawan mendapatkan pengakuan atas kemampuan pustakawan melalui uji kompetensi.Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang menyatakan dengan adanya sertifikasi pustakawan harapan terbesar para pustakawan adalah adanya peningkatan kesejahteraan hidup dan pengakuan kompetensi profesi pustakawan, pustakawan dituntut bisa bekerja secara lebih profesional kreatif aktif, mampu mengembangkan pengetahuan diri secara teknologi informasi, sertifikasi pustakawan segera dikelola dengan baik oleh pemerintah serta sosialisasi menyeluruh dan berkelanjutan ke berbagai daerah Indonesia, terutama sosialisasi ke perpustakaan perguruan tinggi serta menerbitkan peraturan pemerintah (PP) perundangan-undangan yang mengatur tentang sertifikasi pustakawan. Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang mengatakan sertifikasi pustakawan sangat diperlukan bagi pustakawan, karena untuk meningkatkan keprofesionalan bekerja dibidang kepustakawanan, untuk mengukur kemampuan/kompetensi pustakawan, untuk memotivasi/memacu kinerja pustakawan, untuk kesejahteraan pustakawan, dan dapat sebagai tolok ukur perekrutan pustakawan. Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang mengatakan hal-hal yang harus dipersiapkan pustakawan agar bisa ikut disertifikasi yaitu lulusan minimal sarjana ilmu perpustakaan (minimal lulusan S1 Ilmu Perpustakaan), mempunyai pengetahuan keterampilan perpustakaan dan teknologi informasi, mempunyai niat dan dorongan hati, mempunyai pengalaman kerja di perpustakaan, keterampilan menulis jurnal ilmiah, dan kreatif aktif dalam mengembangkan kompetensi diri dibidang perpustakaan. }, issn = {97980000000}, pages = {41--50} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/14834} }
Refworks Citation Data :
Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi pustakawan tentang sertifikasi pustakawan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pustakawan tentang sertifikasi pustakawan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang. Hasil dari penelitian ini, dapat menyimpulkan bahwa Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang menyatakan “menerima” adanya sertifikasi pustakawan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah untuk pustakawan agar pustakawan mendapatkan pengakuan atas kemampuan pustakawan melalui uji kompetensi.Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang menyatakan dengan adanya sertifikasi pustakawan harapan terbesar para pustakawan adalah adanya peningkatan kesejahteraan hidup dan pengakuan kompetensi profesi pustakawan, pustakawan dituntut bisa bekerja secara lebih profesional kreatif aktif, mampu mengembangkan pengetahuan diri secara teknologi informasi, sertifikasi pustakawan segera dikelola dengan baik oleh pemerintah serta sosialisasi menyeluruh dan berkelanjutan ke berbagai daerah Indonesia, terutama sosialisasi ke perpustakaan perguruan tinggi serta menerbitkan peraturan pemerintah (PP) perundangan-undangan yang mengatur tentang sertifikasi pustakawan. Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang mengatakan sertifikasi pustakawan sangat diperlukan bagi pustakawan, karena untuk meningkatkan keprofesionalan bekerja dibidang kepustakawanan, untuk mengukur kemampuan/kompetensi pustakawan, untuk memotivasi/memacu kinerja pustakawan, untuk kesejahteraan pustakawan, dan dapat sebagai tolok ukur perekrutan pustakawan. Para informan di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang mengatakan hal-hal yang harus dipersiapkan pustakawan agar bisa ikut disertifikasi yaitu lulusan minimal sarjana ilmu perpustakaan (minimal lulusan S1 Ilmu Perpustakaan), mempunyai pengetahuan keterampilan perpustakaan dan teknologi informasi, mempunyai niat dan dorongan hati, mempunyai pengalaman kerja di perpustakaan, keterampilan menulis jurnal ilmiah, dan kreatif aktif dalam mengembangkan kompetensi diri dibidang perpustakaan.
Last update: